Meski PSBB, Tempat Wisata di Kota Batu Tetap Buka

Jtp 1
Jtp 1 - Foto : Pungky Ansiska

KOTA BATU – Dalam waktu dekat Kota Batu juga akan mulai menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dikarenakan Kota Batu masuk dalam PSBB wilayah Jawa -Bali pada 11-25 Januari 2021. Di Jawa Timur sendiri ada dua kota yang masuk dalam PSBB Jawa-Bali yakni Surabaya Raya dan Malang Raya.

Dengan adanya PSBB selama dua minggu ke depan, bagaimana pariwisata di Kota Batu?

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengaku dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi kepada pengelola tempat wisata. “Kami akan bersurat ke seluruh jajaran termasuk pelaku usaha baik restoran, hotel dan pariwisata,” kata Dewanti, Jumat (8/1).

Selain mensosialisasikan langsung ke pengelola tempat wisata, restoran, hotel maupun pelaku usaha lainnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu juga akan memanfaatkan fasilitas videotron untuk sosialisasi terkait PSBB tersebut.

“Tentunya kami akan tetap bekerjasama dengan polres dan TNI agar masif hingga ke tingkat babinsa untuk sosialisasi terkait PSBB,” imbuhnya.

Lanjut Dewanti, meskipun PSBB, pihaknya tidak akan menutup pariwisata di Kota Batu. Namun ia tetap mengingatkan agar pelaku tempat wisata tetap melakukan pembatasan kunjungan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Tidak kalau ditutup hanya ada pembatasan saja. Namun selama ini kan sudah dijalankan pembatasan pengunjung hanya 50 persen dari kapasitas. Semua tempat wisata juga sudah melakukan protokol kesehatan sesuai dan secara ketat,” tuturnya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Batu ini mencontohkan, saat diberlakukan pembatasan jumlah kunjungan seperti di Taman Rekreasi Selecta hanya membuka setengah dari kapasitas. Padahal kapasitas pengunjung di Selecta mencapai 10 ribu hingga 12 ribu namun kini hanya 5 ribu kapasitas pengunjung yang boleh diterima.

“Tapi Alhamdulillah sudah ada yang mau berkunjung meskipun belum terpenuhi kuotanya 50 persen tersebut. Apalagi dalam situasi kondisi pandemi seperti saat ini. Insya allah lah tempat wisata tidak mengkhawatirkan saat PSBB nanti,” terang politisi PDIP ini.

Meskipun begitu Dewanti tidak menampik jika PSBB selama dua pekan nantinya akan berdampak pada perekonomian. Namun ia tetap mementingkan keselamatan warga Kota Batu agar meminimalisir penyebaran virus covid-19.

“Ya apa pun kita harus mementingkan keselamatan masyarakat. Itu yang utama. Tentu saja akan berdampak dari segi pendapatan ekonomi. Tetapi itu kan tidak lama. Hanya dua minggu. Itu yang kami minta pengertian kepada semua pihak,” tutupnya.

Exit mobile version