MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus menjalankan tugas mendukung Kota Malang menuju zona kuning. Kini, kota pendidikan itu sedang berada di zona oranye. Zona oranye berarti potensi penularan covid-19 masih sedang, belum rendah.
Kabar baiknya, angka kesembuhan covid-19 Kota Malang capai 87,98 persen. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif menyebut Dinkes akan terus mencoba menurunkan angka positif rate.
“Kita akan tingkatkan jumlah testing di Kota Malang. Untuk meningkatkan kesembuhan, nanti kita jalankan di rumah sakit dan safe house. Terpenting tidak boleh ada lagi isolasi mandiri dirumah,” papar Husnul.
Pasalnya, disebutkan Husnul lagi, positif rate di Kota Malang masih tinggi. “Dicapaian harusnya dibawah 5 persen, tapi kita masih diatas 5 persen. Sedangkan angka kematian kita hampir 9 persen, sedangkan itu harusnya tidak lebih dari 3 persen,” tandasnya.
Dia menyebut untuk zonasi, pusat menetapkan 14 indikator. “Dari 14 indikator itu ada 3 indikator utama. Pertama epidemologi, kedua ada kesehatan masyarakat, ketiga pelayanan masyarakat. Tiga ini yang bisa memberikan bobot penilaian untuk sebuah daerah bisa bergeser zona,” tukasnya.
Untuk itu, Dinkes Kota Malang akan mengajak semua Puskesmas untuk bekerja ekstra keras. Baik di sisi pelayanan kepada masyarakat maupun sosialisasi pencegahan covid-19.
“Goalnya nanti ada tiga poin. menurunkan positif rate, meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian,” tandas pria yang juga Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Kota Malang itu, Kamis (22/10).




