Menilik Sejarah Musik Dangdut dan Berjoget di Museum Musik Dunia JTP 3

Zona dangdut Museum Musik Dunia Jatim Park 3
Zona dangdut Museum Musik Dunia Jatim Park 3

KOTA BATU – Saat berkunjung ke Museum Musik Dunia di Jawa Timur Park (JTP) 3, Anda akan menemukan beragam jenis genre musik yang hingga kini dilestarikan di seluruh dunia. Salah satunya yakni genre musik dangdut.

Secara ringkas, musik dangdut berawal dari pengaruh musik India yang tayang melalui sebuah film Bollywood oleh Ellya Khadam. Film tersebut kemudian berisi sebuah lagu berjudul “Boneka India” yang selanjutnya sangat populer di tahun 1950-an.

Dari negara tetangga, musik Melayu Deli yang berasal dari Sumatera Utara. Kemudian mengalami perkembangan menjadi sebuah musik Melayu yang lebih dinamis, dan mulai berkembang ke Batavia pada tahun 1940-an.

Pada masa inilah musik dangdut mulai mengalami perkembangan dan eksperimen dari musisi-musisi dengan memadukan musik India ke dalam musik Melayu.

Pada masa ini, gaya musik dangdut terus berlanjut hingga tahun 1970-an, sebelum akhirnya mengalami perubahan yang signifikan. Dalam kancah permusikan Melayu gebrakan Grup Soneta besutan dari Haji Rhoma Irama.

Di tahun 1968, sosok Haji Rhoma Irama menjadi salah satu tokoh yang mengusung genre musik dangdut. Sejak saat itu, istilah dangdut mulai dikenal secara luas di Indonesia pada dekade 1970-an.

Musik dangdut mempunyai karakter yang sangat kental dengan nuansa musik India, terutama dalam penggunaan alat musik tablanya. Selain itu, pengaruh musik Arab juga ikut berperan dalam musik dangdut yang dapat kita lihat pada cengkok dan harmonisasinya saat bernyanyi.

Seiring dengan perkembangan jaman, pada tahun 1970-an musik dangdut dibilang sudah matang dalam bentuk yang lebih modern. Sebagai salah satu genre musik yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, musik dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh jenis musik lainnya mulai dari musik anggam, keroncong, gambus, rock, pop, bahkan house musik.

Musik dangdut juga terus mengikuti selera pasar dan menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Kini, bahkan sudah banyak lalu dengan beragam genre musik lain yang dinyanyikan ulang dalam versi dangdut.

Di Museum Musik Dunia, ada zona karaoke yang cukup besar untuk tribut kepada genre musik dangdut. Di dalam ruangan yang didekor seperti panggung dangdut itu, terdapat ornamen-ornamen tambahan seperti televisi besar, sound, hingga patung lilin Rhoma Irama si raja dangdut.

Exit mobile version