Mengulik Sejarah Pendopo Pemkab Malang, Bakal Dijadikan Cagar Budaya Lho!

Pendopo Kabupaten Malang
Pendopo Kabupaten Malang - Foto: Bob Bimantara

KABUPATEN MALANG – Pemkab Malang berencana menjadikan Pendopo Kabupaten Malang, Jalan KH Agus Salim Kota Malang sebagai cagar budaya. Langkah yang sudah diambil adalah mengajak sejarawan Universitas Negeri Malang (UM) Dwi Cahyono untuk meninjau rumah dinas bupati malang itu Sabtu (24/1) malam.

Nah sebelum menjadi cagar budaya, bagaimana sejarah dan fungsi pendopo itu?

Sejarawan Universitas UM Dwi Cahyono menjelaskan pendopo adalah rumah yang dibangun pada masa kolonialisme Belanda. Tujuannya untuk menjadi tempat tinggal bagi pejabat atau bangsawan pada masa kolonialisme Belanda.

“Jadi dulu itu banyak pendopo. Bukan hanya pemerintahan saja. Tapi bangsawan yang ningrat atau memiliki perekonomian menengah ke atas itu pasti rumahnya disebut pendopo,” tuturnya.

Dwi juga menjelaskan, sebuah pendopo itu terdiri dari lima bagian. Pertama adalah pendopo sendiri. Lumrahnya, pendopo menjadi muka terluar dari bagian keseluruhan

“Fungsinya ini untuk mengumpulkan massa. Kalau ada acara apa pasti ngumpulnya di pendopo. Wayangan atau apa untuk rakyat ya digelar di pendopo,” kata Dwi.

Dwi juga menjelaskan, pendopo itu tidak boleh ruang tertutup. “Harus terbuka. Tidak ada yang ditutupi dan luas. Karena berkumpulnya masyarakat banyak,” imbuhnya.

Kedua adalah bagian yang disebut Pringgitan. Pringgitan berasal dari kata dasar ringgit atau artinya wayang. Bagian pringgitan ini terletak di belakang pendopo. Biasanya berfungsi untuk menjadi tempat menerima tamu bagi bupati atau bangsawan.

“Biasanya kalau tamunya penting dan butuh privat. Ya ditemui di Pringgitan,” kata ia.

Selain itu, kata Dwi, Pringgitan itu juga berfungsi untuk menanggap wayang. Namun, wayang tersebut hanya bisa dinikmati kerabat dekat dari pejabat atau bangsawan yang memiliki pendopo.

“Jadi tidak seperti pendopo. Kalau di pringgitan itu hanya terbatas. Karena luas bangunannya tidak seluas pendopo. Jadi kalau pringgitan itu terbatas saja,” imbuh ia.

Ketiga adalah bagian Ndalem. Ndalem sendiri merupakan bagian yang privat, yakni tempat berkumpulnya keluarga bupati atau bangsawan.

Bagian Ndalem Pendopo Kabupaten Malang
Bagian Ndalem Pendopo Kabupaten Malang

“Nah Ndalem ini yang paling privat. Biasanya terletak setelah pringgitan. Dan bagian ini tidak boleh semuanya masuk karena privat itu tadi,” kata ia.

Keempat adalah bagian Sentong. Sentong sendiri merupakan bagian yang lebih privat lagi, yakni tempat peristirahatan bupati atau bangsawan.

“Dan jumlahnya tergantung berapa keluarga bupati atau bamgsawan. Kalau anaknya lima ya lima kamar atau berapa. Itu dinamis. Tapi kalau di Pendopo Kabupaten Malang itu ada empat kamar,” tutur ia.

Kelima adalah Gandok. Gandok sendiri merupakan ruangan semacam gudang atau tempat penyimpanan barang miliki bupati atau bangsawan. Letaknya berada di belakang Ndalem dan Sentong.

Biasanya Gandok terdapat dua ruangan yakni Gandok Kiwo dan Gandok Kanan. Gandok Kiwo berada di sisi kiri dan Gandok Kanan berada di sisi kanan.

“Dan fungsinya tetap sama sebagai tempat penyimpanan barang semua,” kata ia.

Keenam adalah bagian terakhir, yakni dapur. Dapur berfungsi untuk membuat makanan dan minuman ini terletak paling ujung belakang. Kalau mau ke dapur biasanya terdapat koridor dengan atap sepanjanh empar meter dari Gandok.

“Biasanya ada koridor penghubung begitu dan beratap. Ya sama seperti namanya itu berfungsi untuk memasak makanan dan minuman bupati atau bangsawan,” tutup ia.

 

Exit mobile version