Kabupaten Malang, blok-a.com – Peringatan Natal 2023 menjadi momen istimewa bagi umat nasrani. Di setiap perayaannya, ditetapkan juga tema Natal yang mengacu dari ayat Alkitab.
Perlu diketahui, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) telah merilis tema besar Natal 2023, yakni ‘Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi’.
Tema tersebut terinspirasi dari ayat Lukas 2:14 yang berbunyi: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya”.
Bagi umat, tema tersebut diartikan dan dimaknai berbeda-beda pula. Salah satunya yakni Pendeta GKJW Jemaat Donomulyo, Pendeta Merry Kusuma Wardani.
Pendeta muda yang masih berusia 30 tahun ini memaknai tema natal 2023 sendiri sebagai bentuk ajaran tuhan dalam membentuk perdamaian di muka bumi.
“Dengan tema ini karena tentang damai sejahtera di bumi, tuhan mengajarkan kita untuk mejaga kedamaian kerukunan dan saling mengasihi. Apapun latar belakang dan golongan kita, semua diajak untuk saling mengasihi untuk membangun kehiduapan yang sejahtera,” ujarnya kepada Blok-a.com, Senin (25/12/2023).
Dikatakan Merry, dengan memaknai dan menjalankan pesan tema tersebut, ia mempercayai bahwa akan merasakan kehadiran Tuhan seperti yang tertera di Alkitab, ayat Lukas 2:14.
“Karena dengan mengasihi dan kehidupan yang sejatera, maka di situ kita akan merasakan kehadiran tuhan itu nyata di hidup kita,” tambahnya.
Untuk mengisi peringatan natal 2023, Pendeta asal Donomulyo ini juga tengah merayakan dengan suka cita bersama dengan keluarga dan jemaat lainnya.
Berbagai kegiatan rutin dilakukan, mulai dari ibadah ke geraja, berkumpul dengan keluarga bersama-sama menikmati sajian makanan khas natal, hingga tradisi turun temurun seperti ajangsana juga terus rutin dilakukan hingga saat ini.
“Kumpul keluarga dilakukan setelah tanggal 25, setelah beribadah. Jadi setelah dari gereja itu selalu ada kumpul keluarga, lalu ada tradisi unjung sanah. Jadi tradisi anak-anak itu kayak ke orang tua, hampir kayak sungkem,” jelasnya.
Anjangsana merupakan tradisi rutin setiap tahun, jadi anak anak yang berusia muda bersama-sama berkunjung ke seluruh rumah warga jemaat yang lebih tua satu persatu.
“Besok ini kita lakukan di tanggal 26 hingga 27, jadi dari pagi sampai sore kita keliling dari rumah jemaat satu ke lainnya bersama-sama. Kami juga membawa alat musik tradisional, kami bernyanyi dan berdoa di setiap rumah setiap warga jemaat,” pungkasnya. (ptu/bob)








