Mahasiswa di Kota Malang Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Bersama Tas Kecilnya

Kota Malang, blok-A.com – Mahasiswa perguruan tinggi Kota Malang ditemukan sudah tak bernyawa di kamar kosnya, ia diduga meninggal dunia karena sakit.

Persitiwa naas menimpa mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kota Malang, dari informasi yang didapat kejadian tersebut terjadi pada Kamis (28/07/2022).

Kejadian tersebut terletak di rumah kos Jalan Bunga Pinang Merah Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru.

Kapolsek Lowokwaru Kompol Suyoto mengatakan, kejadian penemuan jenazah itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.

Diketahui, korban bernama Farrah Aulia (21), warga Jalan Bendungan Bening, Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru. Dan sehari-harinya, korban menempuh pendidikan di salah satu PTN.

Sutoyo memberikan keterangan awal mula penemuan mayat di salah satu kos kosan.

“Saat itu, tetangga kamar kos curiga karena tidak melihat sama sekali korban keluar kamar. Selanjutnya, ia mengetuk pintu kamar kos korban sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, tidak ada jawaban sama sekali dari korban,” jelasnya.

Untuk meyakinkan kembali, tetangga kosan kembali mengetuk pintu kamar kos korban sekitar pukul 17.30 WIB. Namun, tidak ada respon sama sekali dari korban.

Beberapa kali tidak ada respon dari korban, tetangga pun berinisiatif membuka pintu kamar kos korban yang ternyata dalam keadaan tidak terkunci.

Setelah pintu berhasil dibuka, tak disangka, korban sudah dalam posisi terlentang di atas tempat tidur dalam keadaan tak bernyawa.

Kejadian itu pun segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Tak lama kemudian, polisi bersama tim relawan medis RJT tiba di lokasi.

Setelah dilakukan identitifikasi di lokasi, jenazah korban dievakuasi dan dibawa menuju Kamar Jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Dari hasil identifikasi, tidak ditemukan luka ataupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Diduga, korban meninggal dunia karena sakit. Karena di kamar kos korban, ditemukan tas kecil yang berisi obat-obatan medis,” terangnya.

Sutoyo menambahkan, pihaknya telah menghubungi keluarga korban terkait kejadian tersebut.

“Kami telah menghubungi dan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Dan pihak keluarga tidak menghendaki adanya otops, sehingga jenazah langsung dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka,” tutup Sutoyo. (mg2/bob)

Exit mobile version