
Peranan dosen dalam memberikan bimbingan konseling memiliki peranan penting dalam proses kelancaran perkuliahan mahasiswa. Peran bimbingan konseling tidak hanya membahas tentang pengaturan akademis, namun juga membantu mahasiswa menyelesaikan masalah yang dihadapi mahasiswa.
Hal ini yang menjadi pengantar dalam Pelatihan Bimbingan Konseling bagi Dosen Pembimbing Akademik yang diadakan oleh Pusat Pengembangan Pendidikan Akademik dan Profesional, Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Universitas Brawijaya dalam pelatihan yang dilakukan secara daring pada Rabu-Kamis (7-8/4/2021).
Selama dua hari, peserta pelatihan mendapat materi tentang pengantar konseling, micro skill, dan role play konseling.
Permasalahan yang dihadapi mahasiswa, menurut Ari Pratiwi, S.Psi., M.Psi, Psikolog, dapat datang dalam berbagai bentuk. “Masalah ini diantaranya adalah mengundurkan diri, ikut seleksi lagi, tidak memiliki semangat, tidak dapat menyelesaikan skripsi tepat waktu hingga memiliki keinginan untuk bunuh diri” ujar dosen Prodi Psikologi Fisip UB ini.
Tidak hanya dari mahasiswa, data dari P3AP menyebutkan adanya beberapa masalah terkait akademis, seperti sulitnya berkoordinasi dengan dosen terkait prodi, atau terlambat konsultasi, IPK rendah dan lain sebagainya.
Pandemi, ungkap Ari, juga menyumbang masalah psikologis yang dirasakan oleh mahasiswa. “Merasa kecemasan diri sendiri, masalah keluarga, kesulitan kuliah daring, dan merasa kesepian adalah contoh masalah perkuliahan saat pandemi”, jelasnya.

Melalui pelatihan ini, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr.drh. Aulanni’am, DVM., DES berharap para dosen dapat mengarahkan mahasiswanya untuk lulus tepat waktu, dan semakin meningkatkan kualitas alumni. “Pelatihan bimbingan konseling ini sangat bagus, dan membantu mahasiswa menyusun peta mata kuliah sehingga bisa lulus tepat waktu, dan bisa fast track. Dosen punya kewajiban membantu mahasiswa untuk menjadi lebih baik” pungkasnya.




