Lagi Isolasi Mandiri? Simak Tata Cara dari Dinkes Kota Malang Ini

Wawali Sofyan Edi saat meninjau kesiapan rumah isolasi, Jumat (3/7) - Foto: Elfran Vido

MALANG – Dalam proses penyembuhan pasca terpapar Covid-19 (Coronavirus Disease), masyarakat Kota Malang harus mematuhi jadwal rutin yang diberikan petugas kesehatan. Tujuannya, ya supaya cepat sembuh.

Khususnya bagi mereka yang lakukan isolasi mandiri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang punya jadwal aktifitas yang bisa dijadikan acuan masyarakat. Bagi yang saat ini lakukan isolasi mandiri di rumah.

Layaknya proses penyembuhan penyakit lain, jadwal ini berisi macam-macam kegiatan yang harus dipatuhi pasien covid-19. Termasuk kebutuhan vitamin, makanan, dan olahraga.

Dimulai bangun pukul 04.00 pagi, pasien yang muslim bisa beribadah sambil cek kesehatan mandiri. Cek kesehatan ini terdiri dari cek suhu tubuh dan keluhan yang dirasakan. Jangan lupa mengonsumsi air putih.

Lanjut pukul 05.00 pagi, pasien bisa mengisi kegiatan dengan aktifitas fisik seperti bersih-bersih ruangan tempat tidur, buka jendela dan menyiapkan sarapan. Lanjut minum satu gelas air putih.

Pukul 06.00 pagi bisa diisi dengan olahraga ringan dan minum segelas air putih lagi plus kalau bisa susu satu gelas. Jam 07.00, lanjut mandi dan sarapan pagi dan minum multivitamin.

Lanjut jam 09.00, pasien bisa “bersahabat” dengan matahari lewat berjemur. Pada kegiatan di jam ini, waktu yang tepat untuk menjemur peralatan tidur. Tak lupa minum segelas lagi air putih. Jam 10.00, bisa makan makanan selingan sehat seperti snack dan buah.

“Ini harus diaplikasikan rutin di dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif, Minggu (13/9).

Tak hanya kepada pasien yang sedang jalani isolasi mandiri, jadwal kegiatan itu juga bisa diaplikasikan ke orang yang sehat agar tubuh tetap fit dan terhindar dari penyakit.

Lanjut siang hari pada pukul 10.30, berisi aktifitas bebas. Artinya boleh melakukan aktifitas apapun asal tetap sosial distancing dan patuhi kaidah isolasi mandiri.

Lanjut jam 12.00, bisa diisi ibadah dan makan siang. Jangan lupa kembali minum air putih. Pukul 13.00, diusahakan pasien harus istirahat total dengan tidur siang. Bangun jam 15.00 bisa diisi ibadah.

Baru jam 15.30, bisa diisi aktifitas fisik seperti menyiapkan makan malam dan berkebun. Bisa juga diisi makan makanan selingan sehat sore. Jam 17.00 diisi ishoma termasuk mandi, ibadah dan makan malam.

“Harus ada pembagian yang jelas. Jadi ada waktu istirahat, ada waktu aktifitas dan ada waktu makan. Ini dibuat untuk mengatur stamina atau gizi di dalam tubuhnya supaya seimbang. Jadi tidak lagi seperti kebiasaan sebelumnya,” tambah pria yang juga menjabat Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang itu.

Pada jam malam pukul 19.00, bisa diisi kegiatan yang bisa memotivasi diri dan bersifat relaksasi seperti menonton TV, ikuti Zoom, mengecek group WhatsApp dan komunikasi positif lainnya.

Terakhir pukul 21.00 malam, diharuskan sudah menuju tempat tidur untuk istirahat dan tak lupa meminum segelas air putih lagi sebelum tidur.

“Dari Dinkes kita sampaikan ke Puskesmas. Puskemas disosialisasikan kepada warga masyarakat yang jalani isolasi mandiri di sekitarnya,” tandasnya.

Exit mobile version