Blitar, blok-a.com – Kontingen Kabupaten Blitar menghadapi kemunduran signifikan dalam pencapaian medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX.
Dengan perolehan 19 medali emas, 22 perak, dan 43 perunggu, prestasi ini menurun dibandingkan tahun lalu, di mana Kabupaten Blitar berhasil meraih 27 medali emas, 23 perak, dan 39 perunggu, serta menempati posisi ke-8.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah, menerima kritik tajam terkait kinerja dan pengelolaan dana hibah yang disalurkan untuk persiapan dan pelaksanaan Porprov IX.
Dana hibah yang diterima KONI pada tahun 2025 mencapai Rp 2,7 miliar, dengan Rp 1,6 miliar di antaranya dialokasikan untuk event ini. Sementara itu, pada tahun sebelumnya, dana hibah yang diberikan hanya sebesar Rp 1,3 miliar.
Ketua Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK), Mohammad Trijanto mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi ini.
“Posisi rangkap jabatan yang dipegang oleh Wabup Beky harus diwaspadai. Mekanisme pengelolaan dana hibah berpotensi tumpang tindih, yang dapat menciptakan standar ganda,” kata M. Trijanto, Kamis (10/7/2025).
Trijanto menegaskan, bahwa prestasi yang menurun, anggaran yang meningkat, dan jabatan rangkap adalah sinyal bahaya yang perlu diperhatikan.
“Ini bukan sekadar kemerosotan peringkat KONI Kabupaten Blitar di Porprov Jatim 2025, tapi juga cermin rusaknya tata kelola olahraga yang seharusnya menjunjung tinggi meritokrasi, integritas, dan profesionalisme,” tegasnya.
Lebih lanjut, Trijanto menekankan bahwa olahraga seharusnya menjadi arena kejujuran dan kerja keras.
“Jika dikelola dengan manipulasi dan kepentingan politik, yang terkorbankan bukan hanya medali, tetapi juga masa depan atlet dan kepercayaan publik,” pungkas Trijanto.(jar/lio)




