BLOK-A – Lewat keterangan saksi, terbuka fakta bahwa terjadi dua kali penembakan selama proses perampokan di ATM Mandiri jalan Kawi. Sementara itu, kabar gembira bagi siswa yang sedang belajar dari rumah. Anggaran dana untuk kuota sudah turun.
1. Sebelum Kabur, Bandit ATM Mandiri Jalan Kawi Tembak Petugas Bank Dua Kali
Menurut keterangan Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu dari hasil interogasi saksi, pelaku dipastikan berjumlah dua orang. Menggunakan sepeda motor dan membawa pistol jenis airsoft gun. Kala itu di lokasi, ada petugas vendor ATM. Seorang merupakan teknisi dan seorang lagi adalah satpam atau security ATM. Azi juga menerangkan sebelum menembak, pelaku sempat berkata sesuatu hal kepada satpam ATM.
Terjadi sejumlah penembakan yang semuanya meleset. Pelaku pun kemudian sempat menembak lagi ke arah korban yang berusaha mengejar namun lagi-lagi tak tepat sasaran. Saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
2. Menilik Inovasi Protokol Kesehatan SMAN 2 Malang, Pilot Project Sekolah Tangguh di Kota Malang
SMAN 2 Malang menasbihkan diri jadi sekolah tangguh atas lembaga pendidikan dalam hadapi pandemi memasuki tahun ajaran baru 2020/21. Sekolah tersebut jadi pilot project hadapi pandemi Covid-19. Ada lima poin dalam sekolah tangguh. Yakni tangguh pendidikan, tangguh informasi, tangguh kesehatan, tangguh gizi dan tangguh keamanan.
Ide sekolah tangguh SMAN 2 Malang ini inisiatif dari siswa. Dengan tambahan dorongan orangtua, yang realisasinya dibantu alumni dan komite sekolah. Jaga jarak diterapkan di berbagai sudut sekolah. Ruang isolasi pun disiapkan. Kantin dirubah sedemikian rupa menggunakan akrilik untuk mengurangi transmisi virus. Pengecekan suhu tubuh juga diwajibkan bagi semua warga sekolah tanpa terkecuali serta penyemprotan disinfektan di gerbang masuk. Berlaku saat masuk maupun keluar.
3. Siswa di Kota Malang Dapat Jatah Kuota Internet 35GB
Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan pengalokasian anggaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sudah turun. Hasilnya, tiap siswa SD-SMA bakal dijatah kuota internet 35 GB per bulan. Hal ini diumumkan saat rapat koordinasi pembelajaran di masa pandemi covid-19 dengan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP Negeri dan Swasta, K3SD, Koordinator Pengawas SD dan SMP, HIMPAUDI dan IGTKI.
Subsidi kuota internet ini akan diberikan selama 4 bulan. Mulai dari September -Desember 2020. Syarat utama agar siswa mendapat bantuan kuota internet dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang adalah mereka harus melengkapi nomer handphone peserta didik melalui aplikasi Dapodik sampai paling lambat 9 September mendatang.




