Korban Foto Bugil Predator di Malang Buka Suara, Sebut Foto Instagram-nya Disunting-Diunggah di Akun Porno

Tangkapan layar video penjelasan GM sebarkan 17 foto bugil wanita di Malang (Twitter)
Tangkapan layar video penjelasan GM sebarkan 17 foto bugil wanita di Malang (Twitter)

Kota Malang, blok-a.com – Salah satu korban yang fotonya disebar oleh seorang Pria berinisial GM mengaku tidak pernah foto bugil.

Korban yang enggan disebut namanya, foto dirinya itu disunting oleh GM. Foto yang disunting itu diambil dari instagram milik salah satu korban itu.

Suntingan itu sendiri berupa foto wajah di Instagram korban dan disunting menggunakan foto tanpa busana.

“Beberapa foto yang dia curi itu ada di feed instagram saya,” jelas salah satu korban itu.

Seperti diketahui, GM sendiri viral setelah adanya sebuah utas di Twitter. Dia diduga menyebar foto bugil 17 wanita yang ia kenalnya ke media sosial.

Korban itu sendiri mengaku tidak terima dengan perbuatan GM.

Menurut korban itu, GM menyebar foto bugil yang merupakan suntingan itu sejak 2021 lalu di Malang. Penyebaran foto itu sendiri melalui akun porno. Namun pada tahun 2021 lalu korban tidak tahu bahwa akun porno itu ada dan fotonya dipakai untuk mengisi konten.

“Akun itu sudah dibuat bulan Februari 2021, sedangkan kami baru tau akhir 2022 kemarin. Kebayang kan sudah berapa foto yang tersebar dan kami tidak tau foto kami sudah tersebar kemana aja, bahkan dipakai apa sama orang lain,” ujarnya.

Korban itu pun mengaku, dampak dari foto bugilnya yang disunting GM membuatnya trauma. Sebab dia pernah mendapat pesan singkat di Instagram dari orang yang tidak dikenal. Isinya adalah foto suntingan dirinya yang terlihat tanpa busana.

“Pengalaman saya pribadi, pertengahan 2022 bulan Juni ada yang secara tiba-tiba dm saya mengirim video porno yang bikin saya trauma. Padahal selama bersosial media saya tidak pernah posting aneh-aneh dan sopan,” tutur korban.

Hal ini pun sudah dilaporkannya ke Polda Metro Jaya Jakarta. Namun berdasarkan keterangan korban, pihaknya mencabut laporan terkait kasus tersebut dengan alasan dari pihak polda mengatakan bahwa bukti yang mereka miliki tidak cukup kuat.

“Sempet akhir tahun kita bikin laporan di Mabes Polri, cuman dari penyidik mungkin dinilai kurang kuat jadi kami cabut,” jelas korban.

Korban menuntut dengan dasar Pasal 45 Ayat 1 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang mendistribusikan dokumen elektronik yang memiliki muatan melanggar kesusilaan.

Diketahui, laporan tersebut diterima oleh Polda Metro Jaya pada tanggal 13 Desember 3022 silam.

Pelaku penuebar foto bugil itu saat ini sudah dipecat dari perusahaannya. Namun korban berharap pelaku menerima sanksi sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

“Untuk sanksi lainnya pelaku sudah dipecat dari perusahaannya. Tapi untuk hukum kita masih kesusahan. Yah waktu itu belum seviral sekarang kasusnya, tahu sendiri kan hukum Indonesia tumpul ke bawah,” pungkasnya. (bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?