KOTA MALANG – Pencarian korban longsor di Perumahan Griya Sulfat Inside, Roland Sumarna (40) masih dilakukan oleh tim gabungan. Selasa siang (19/1) sejumlah kendala dialami oleh regu pencari.
Koordinator pencarian dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Surabaya, Ainul Mahdin mengatakan tim pencari terkendala medan yang curam dan arus sungai yang deras. Selain itu, ia menyebut kontur tanah di lokasi longsor juga tidak stabil. Pagi tadi, pencarian dimaksimalkan menyusuri jalur darat.
“Medannya kan curam ya. Terus arus sungai juga deras akibat hujan deras kemarin. Itu membuat kami harus berhati-hati dalam melakukan penyisiran,” ujar Ainul, Selasa (19/1).
Berdasarkan pantauan, bangunan carport yang longsor berada di tepi lereng. Posisi rumah berjarak sekitar tiga meter dari tepi lereng. Sementara ketinggian dari sungai hingga rumah mencapai 15 meter.
Kapolsek Blimbing Kompol Herry Wahyu Widodo juga mengatakan hal serupa. Tim pencari agak kesulitan karena keadaan lokasi yang cukup curam. Selain itu arus sungai masih deras mengingat hujan deras yang terjadi kemarin sore (18/1). Jika sore ini terjadi hujan, pencarian akan dihentikan sementara.
“Kalau hujan akan dihentikan dulu. Itu merupakan pertimbangan yang masuk akal mengingat perlu menimbang faktor keselamatan petugas,” ujar Herry.
Lebih lanjut, Herry mengatakan pencarian siang ini dilanjutkan dengan dua cara. Yakni dengan menyisir sungai menggunakan perahu karet. Penyisiran sungai dilakukan dari lokasi longsor hingga Gadang. Herry memperkirakan jalur penyisiran sepanjang 10 kilometer.
Selain itu, juga akan melakukan penyemprotan air bertekanan tinggi di lokasi longsor. Sebab, timbunan tanah juga dicurigai oleh tim pencari membuat korban tersangkut.




