Kontroversi Tarif Parkir Liar di Masjid Ar-Rahman Blitar, Sopir Minibus Protes

Sopir minibus menerima uang kembalian dari tukang parkir Masjid Ar-Rahman. (blok-a.com/Fajar)
Sopir minibus menerima uang kembalian dari tukang parkir Masjid Ar-Rahman. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Sebuah video berdurasi 29 detik yang merekam cekcok antara sopir minibus dan tukang parkir liar di kawasan wisata religi Masjid Ar-Rahman menjadi viral di media sosial Facebook. Video tersebut diunggah oleh akun @Suwandi Ambon, Senin (4/8/2025) dan langsung menarik perhatian publik.

Dalam video tersebut, terlihat sopir minibus yang mengangkut rombongan wisatawan mengeluhkan tarif parkir senilai Rp20.000, yang dianggapnya tidak wajar.

“Parkir ora umum,” ucap sang sopir dengan nada protes.

Dalam video itu, tampak jelas bahwa sopir minibus tidak sendirian dalam protesnya. Para wisatawan yang ada di dalam kendaraan turut mendukung keluhan tersebut.

“Perlu ditindak kui, parkir ora umum Ar-Rahman (Perlu disidak itu, parkir tidak biasa di Ar-Rahman),” ujar salah satu wisatawan dalam video.

Setelah melakukan komplain, tukang parkir yang terlibat memberikan pengembalian uang kepada sopir.

“Suwon bos ya, parkir ora umum (terima kasih bos ya, parkir tidak umum),” ujarnya sembari mengambil uang pengembalian.

Setelah menyampaikan keluhannya, sopir minibus tersebut melanjutkan perjalanan meninggalkan kawasan Masjid Ar-Rahman.

Masyarakat pun memberikan berbagai tanggapan terkait video tersebut. Beberapa mendukung penertiban parkir liar, sementara yang lain berpendapat bahwa tarif Rp20.000 tidak akan memberatkan sopir.

Netizen dengan akun @Yoga menyatakan, “Bos kok yo nemen kowe kuwi lo susuk 35k sek di open mangan ngopi gratis VI 15 e gawe mangan lek mu viral ne kok yo nemen kene yo setoran bos podo ae duwek mu balek utuh 50,” yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap keluhan sopir.

Sementara itu, akun @lyo menuliskan, “Percuma di komplain…dishub karo tukang parkir wis kongkalikong,” mencurigai adanya kolusi antara petugas dinas perhubungan dan tukang parkir.

Di sisi lain, pengguna dengan nama Devita berpendapat, “Bayar parkir 20 rb g akan membuatmu miskin kang, hatimu tenang. Karena kendaraanmu aman dan kamu bebas mau kemana aja berapa lama.”

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola wisata religi terkait kejadian tersebut.(jar/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com