KOTA MALANG – Perayaan natal tahun ini tiba di tengah situasi pandemi. Keadaan ini membuat banyak gereja membatasi kedatangan jemaat di gereja. Karenanya, ibadah natal virtual digelar untuk memfasilitasi mereka yang tidak bisa beribadah di geraja.
Tamarishka Natalie, salah satu jemaat Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) Kristus Kasih Malang memilih mengikuti ibadah natal virtual. Bukan tanpa alasan, masih ada rasa was-was di hatinya tentang bahaya covid-19.
Tama mengungkapkan bahwa kedua orangtuanya merupakan penyintas Covid-19. Itu membuat dirinya dan keluarganya melipatgandakan kewaspadaan untuk keluar rumah maupun bertemu dengan orang.
“Sekarang jadi benar-benar meminimalisir kegiatan di luar rumah. Kalau keluar, hanya untuk kebutuhan yang mendesak saja,” tutup Tama, sapaan akrabnya.

“Ada feel yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dulu, kita bisa saling berkunjung ke saudara, keluarga besar maupun teman,” tutur mahasiswi Psikologi UB ini.
Saat ini, ia dan keluarganya bisa merayakan natal dengan lebih intim. Keluarganya menggelar doa bersama dan saling melakukan refleksi. Selain itu, berada di rumah memberinya waktu berkumpul untuk aktivitas mengasyikkan seperti memasak kue maupun santapan natal dengan ibunya.
“Karena tahun sebelumnya, disibukkan dengan kegiatan natal yang justru membuatnya tidak benar-benar fokus merayakan dan merasakan makna natal yang sesungguhnya dengan keluarga sendiri,” terang Tamarishka.
Tama mengikuti dua kegiatan ibadah yang digelar gerejanya selama natal, untuk umum dan yang khusus untuk pemuda. Untuk interaksi dengan keluarga besarnya, ia mengaku mengirimkan ucapan selamat natal melalui pesan singkat hingga video-call.
GPT Kristus Kasih menyiarkan ibadah natal melalui kanal GPT Kristus Kasih di Facebook, YouTube, dan radio mereka. Saat berita ini ditulis Jumat (25/12) sore, GPT Kristus Kasih menyiarkan “Kebaktian Natal Persekutuan Tubuh Kristus “Kabar Mempelai”.










Balas
Lihat komentar