Kota Malang, blok-a.com – Kota Malang memerlukan lebih banyak event untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Khususnya, event olahraga yang dikemas dalam bentuk sport tourism.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, Raden Djoni Sudjatmoko.
Pihaknya meyakini bahwa dengan digelarnya sport tourism, tak hanya mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tetapi juga memperkenalkan destinasi wisata kota kepada khalayak yang lebih luas.
Djoni mengatakan, Kota Malang perlu mengadakan lebih banyak event untuk mendukung perkembangan sport tourism.
Menurut Djoni, hal tersebut akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kota Malang untuk maju membutuhkan event. Kota Malang membutuhkan pemimpin yang mampu merealisasikan program tersebut,” kata Djoni.
Djoni mengungkapkan bahwa gagasannya bukan tanpa dasar.
Dia mencontohkan pengalaman saat menyelenggarakan acara bela diri di Kota Malang, di mana ribuan peserta dan penonton dari luar kota hadir dan memenuhi GOR Ken Arok.
“Pesertanya 3.000 lebih, penontonnya 5.000 lebih. GOR Ken Arok itu penuh. Dari 5.000 itu hanya 1.000 orang Malang, 4.000 itu orang luar Malang Raya. Lalu pesertanya dari Malang hanya 500, sisanya dari luar,” jelas Djoni.
Djoni memberikan gambaran, bahwa jika setiap pengunjung dari luar kota membelanjakan sekitar Rp 1 juta selama di Malang, perputaran ekonomi yang dihasilkan bisa mencapai Rp6,5 miliar.
Acara seperti ini juga berpotensi memberikan pemasukan tambahan dari sektor pajak sebesar Rp650 juta setiap kali digelar.
Pendapatan ini terutama berasal dari sektor perhotelan dan restoran, yang terkena pajak 10 persen.
“Mereka menginap, spend money itu minimal Rp 1 juta. Spend money itu berbau pajak. Makan kena pajak 10 persen, begitu juga hotel juga kena pajak,” kata Djoni.
Dengan dasar regulasi perpajakan, setiap transaksi di restoran dan hotel di Malang otomatis menyumbang pajak sebesar 10 persen. Hasil dari pajak inilah yang kemudian meningkatkan PAD Kota Malang.
Pendapatan tambahan sekitar Rp6,5 miliar per event menurut Djoni merupakan perputaran ekonomi yang luar biasa bagi kota.
“Kalau kan sudah masuk, masyarakat tinggal menikmati hasil tersebut. Pergerakan event ini kan terus berputar, tidak akan berhenti,” tambahnya.
Untuk itu, Djoni berharap Kota Malang memiliki pemimpin yang mampu merealisasikan berbagai event tersebut.
Menurutnya, banyaknya acara yang digelar akan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
“Calon pemimpin di Kota Malang harus mempunyai terobosan untuk gelaran event-event. Karena hasilnya nanti mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan sebagian besar langsung diberikan kembali kepada masyarakat,” tandas Djoni.(mg1/lio)









