MALANG – Kota Malang punya kabar menggemberikan dari kasus positif covid-19. Beberapa hari ini, penambahan kasusnya stagnan, tak lebih dari 10 kasus per hari. Berkurang terus, Wali Kota Malang Sutiaji menyebut hal ini karena kesadaran bermasker masyarakat Kota Malang yang sudah capai 90 persen.
“Masyarakat sudah merasa, kalau covid ini tidak dilawan (dengan disiplin), maka nanti akan merembet ke masalah ekonomi, sosial. Mereka jadi nggak bisa ke Masjid, nggak bisa ke Majelis. Ya ini Alhamdulillah, pelan tapi pasti,” urai Wali Kota Malang Sutiaji, Kamis (15/10).
Diketahui, Kota Malang yang saat ini tetap pada kondisi stagnan di zona oranye. Orang nomor satu di Kota Malang itu tak henti mengimbau warga kotanya agar tetap disiplin menggunakan masker. Diharapkan, Kota Malang bisa membaik dan menuju zona kuning, atau bahkan hijau.
“Ya ini hebat, bahkan kemarin itu hanya ada penambahan satu, sehari. Karena kesadaran masyarakat kita sudah mulai terbangun, kalau dulu 80 persen, kalau sekarang mungkin 90 persen (kesadaran memakai masker),” tambah penghobi bulutangkis itu.
Walaupun penambahan jumlah pasien positif berkurang secara berkala, Sutiaji tetap menggalakkan bermasker. Karena menurut pria berkacamata itu, covid-19 tetap berbahaya dan belum ditemukan obatnya.
Sehingga baginya, Covid-19 sementara tidak bisa dilawan, kecuali dari disiplin masyarakat dengan memakai masker itu sendiri.
“Masker itu kan tanda orang disiplin, kalau dia disiplin pakai masker, disiplin sehat yang lain pasti mengikuti,” tandasnya.




