Kota Malang, blok-a.com – Program Adiwiyata menjadi salah satu langkah strategis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia sekolah. Tak sekadar program biasa, Adiwiyata merupakan gerakan nasional yang mendorong terciptanya budaya peduli lingkungan di dunia pendidikan.
Melalui program ini, DLH Kota Malang menyasar pelajar mulai dari jenjang SD hingga SMA agar terbiasa menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup DLH Kota Malang, Tri Santoso, menyebut pendekatan ke generasi muda dinilai lebih efektif untuk membangun perubahan jangka panjang.
“Kenapa gerakan Adiwiyata ini dilakukan? Ya karena kalau kita mengharapkan para senior-seniornya, orang yang sudah usia-usia dewasa ke atas, itu mindset-nya sudah terpatri, mengubahnya sudah sulit,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Secara konsep, Adiwiyata digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai program nasional yang mendorong sekolah berwawasan lingkungan. Di Kota Malang, implementasinya terbilang aktif dengan sejumlah sekolah yang telah meraih predikat Adiwiyata hingga tingkat mandiri.
Tri menambahkan, membangun kesadaran sejak dini menjadi kunci agar gerakan ini berkelanjutan.
“Maka kita menggunakannya dari generasi yang muda dulu. Biar ini berkelanjutan nantinya,” imbuhnya.
Dalam praktiknya, program Adiwiyata tidak berdiri sendiri. Di Kota Malang, program ini terintegrasi dengan berbagai kegiatan lingkungan lain, seperti pengelolaan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, bank sampah sekolah, konservasi air, hingga penghijauan.
“Mulai dari pengelolaan sampah, kemudian penanganan konservasi air, reboisasi atau penghijauan, sampai dengan pengelolaan-pengelolaan yang lain,” jelas Trisan, sapaan akrabnya.
Selain itu, Adiwiyata juga berkontribusi dalam peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), terutama pada aspek pengelolaan sampah dan kualitas air yang masih menjadi pekerjaan rumah di wilayah perkotaan.
Program ini sendiri telah berjalan lebih dari satu dekade di Kota Malang dan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Sejumlah sekolah bahkan telah mendapatkan pengakuan di tingkat nasional, meski proses menuju capaian tersebut membutuhkan waktu dan pembinaan berkelanjutan.
Dalam sistem penilaiannya, Adiwiyata memiliki beberapa jenjang, mulai dari Pratama, Madya, hingga Mandiri sebagai level tertinggi. Sekolah yang telah mencapai tingkat Mandiri diharapkan mampu menjadi pembina bagi sekolah lain.
“Ada yang mulai dari Pratama, Madya, sampai yang paling tinggi Mandiri,” katanya.
Melalui pendekatan terintegrasi ini, DLH Kota Malang berharap Adiwiyata tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi mampu membentuk ekosistem pendidikan yang benar-benar peduli terhadap lingkungan.
“Harapannya, generasi muda ini nanti bisa jadi pelopor, bukan hanya di sekolah tapi juga di masyarakat,” pungkasnya. (yog/bob)








