KOTA MALANG – Jelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), diprediksi arus lalu lintas menuju Kota Malang akan padat. Untuk mengantisipasi kemacetan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Malang Kota telah melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait. Bahkan pihaknya berharap agar proyek revitalisasi Kayutangan Heritage bisa selesai tepat waktu.
“Kami telah melaksanakan rapat koordinasi dengan lintas sektoral baik dari Dishub, Satpol PP, dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) terkait kesiapan menghadapi masa libur natal dan tahun baru. Karena kan sebentar lagi akan memasuki libur panjang,” terang Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution, Kamis (10/12).
Proyek Kayutangan Heritage menjadi atensi penyebab kemacetan. Sebab, sejak awal bulan November 2020 lalu kawasan pertigaan PLN hingga perempatan Rajabali telah ditutup total. Ditargetkan, tanggal 20 Desember 2020 mendatang, proyek tersebut sudah harus selesai dan bisa dilalui kendaraan.
“Kami telah berkoordinasi dengan pelaksana proyek. Mereka menyanggupi bahwa tanggal 20 Desember perempatan Rajabali dan pertigaan PLN sudah dapat dibuka dan digunakan untuk aktivitas masyarakat. Kami pun juga telah datang ke lokasi proyek, dan kami melihat bahwa batu andesit telah dipasang,” imbuh dia.
Selain berkoordinasi dengan pelaksana proyek Kayutangan Heritage, pihaknya juga mengawasi titik lain di Kota Malang yang rawan kemacetan. Diantaranya, yakni pertigaan Jalan Ahmad Yani hingga Jalan LA Sucipto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dan kawasan Soekarno-Hatta hingga Jalan MT Haryono, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
“Saat libur panjang, dua lokasi persimpangan jalan itu sering terjadi kemacetan lalu lintas akibat bottle neck. Sehingga, kami akan kerahkan sebagian besar personel untuk mengatur dan memperlancar kembali arus lalu lintas,” papar dia.
Dia berharap, dalam masa liburan panjang tersebut tidak akan terjadi peningkatan signifikan masyarakat yang sedang berlibur.
“Mudah mudahan masyarakat tidak semuanya langsung datang saat libur nataru. Apalagi masa libur nataru pada tahun ini dibagi menjadi dua,” imbuh dia.
Pria yang akrab disapa Rama tersebut juga mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar kota. Sebab, saat ini, masih dalam masa pandemi covid-19.
“Kami juga minta kepada masyarakat untuk tidak berpergian ke tempat yang dapat terjadi kerumunan. Selain itu kami mengimbau agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan guna meminimalisir penyebaran Covid-19,” tandas dia.




