KABUPATEN MALANG – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Malang menyarankan agar pasangan calon (paslon) tidak menggelar kampanye tatap muka dengan membawa massa banyak.
Kampanye tatap muka hanya bisa diikuti oleh 50-100 orang saja. Bahkan, paslon disarankan untuk melakukan kampanye secara daring.
Menanggapi hal tersebut, salah satu bakal calon Bupati (Bacabup) Malang petahana, HM Sanusi tidak mempermasalahkan peraturan pembatasan kampanye tatap muka tersebut.
Bahkan, Sanusi mengaku kalau tidak ada kampanye tatap muka pun bukanlah masalah.
“Saya siap saja tidak ada kampanye, kan itu juga bahaya mengumpulkan massa banyak. Kami menuruti peraturan KPU saja,” paparnya.
Meskipun setuju tidak ada kampanye tatap muka, politikus PDIP itu mengaku tetap optimis untuk menang di Pilbup Malang 2020.
“Ya (kami mempunyai) koalisi (partai politik) besar. Semua (anggota kader partai koalisi) juga sudah berjalan secara kesadaran diri untuk turun secara door to door memenangkan SanDi,” tutupnya.
Sebagai informasi, koalisi SanDi sendiri diisi oleh 6 partai, yakni PDIP, Nasdem, Gerindra, Golkar, PPP, dan Demokrat.
Sebelumnya, Sanusi mengatakan target suara yang ingin diraup oleh SanDi ialah 60 persen lebih di Pilbup Malang 2020.










Balas