blok-A.com – Beredar video dua orang lansia mendeklarasikan diri sebagai sosok Imam Mahdi dan Ratu Adil yang mampu mengamankan seluruh bencana.
Dalam video yang viral di media sosial tersebut, sang kakek dan nenek didampingi seorang wanita yang memegang bendera terlihat berbicara bergantian.
“Ini Imam Mahdi yang sanggup seluruh mengamankan, seluruh bencana, dan segalanya. Kalau mencari Imam Mahdi sudah tiba, ada di Kuta Tandingan Karawang. Sekian, terima kasih. Kami Sukarno-Hatta kembali lagi akan jadi raja di akhir zaman,” ujar kakek yang mengenakan batik dan peci dalam video yang dilihat blok-A.com, Jumat (2/12).
Sementara itu, sang nenek yang duduk mengenakan baju berwarna kuning dan jilbab merah jambu mengaku sebagai Ratu Adil yang mendukung sang Imam Mahdi.
“Bahwa yang bernama Ratu Adil, Imam Mahdi, Ratu Sunda, udah ada di Jawa Barat, Kuta Tandingan Karawang. Sekarang mangkanya bencana-bencana mingkin merajalela. Seluruh dunia yang bikin bencana adalah imam mahdi, yang bisa mengamankan adalah Imam Mahdi. Semua urusan yang bisa adalah mengamankan Imam Mahdi,” ujarnya.
“Percaya syukur, nggak percaya dunia akan ancur,” sambungnya.
“Sekarang bukti dengan nyata Imam Mahdi sudah tiba di Karawang Kuta Tandingan Dunia. Selamat. Terima kasih,” tutupnya.
Dalam latar belakang video tersebut, terlihat spanduk bertuliskan ‘Kerajaan Ratu Adil Imam Mahdi Republik Kuta Tandingan Dunia – Jawa Barat’.
Polisi Sudah Datangi Lokasi
Sekretaris Daerah Karawang Acep Jamhuri menjelaskan bahwa video itu dibuat di Dusun Liosari, Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.
Video kali pertama diunggah di akun Youtube Rahasia Ilahi. Pengunggahnya diduga bernama Rosid, yang tak lain adalah pria yang mengaku Imam Mahdi itu.
Usai viral, polisi segera mendatangi rumah lansia tersebut. Namun didapati rumah mereka kosong. Diduga keduanya kabur.
Di rumah Rosid polisi hanya menemukan pakaian bekas, poster-poster bertuliskan ‘Saung Agung’, dan berbagai pernak-pernik seperti bendera serta gambar-gambar dengan simbol.
“Kapolres Karawang juga sudah mengecek ke sana, saya sudah minta Kesbangpol (Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik) Karawang untuk mengecek ke sana. Ternyata yang bersangkutan tidak ada di rumah, rumahnya kosong. Pemiliknya kabur,” kata Acep Jamhuri, Rabu (30/11).
Rosid diketahui bekerja sebagai petani perkebunan. Ia memiliki kebun pisang dan jeruk seluas kurang lebih satu hektar yang sudah digarap selama empat tahun.
Dalam kurun waktu itu, aparatur pemerintah setempat tidak melihat adanya aktivitas mencurigakan yang dilakukan Rosid. Termasuk aktivitas perkumpulan pengikut di rumah Rosid.(lio)










Balas