Kafe dan Karaoke Jojoo Blitar Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Komsisi II DPRD Kota Blitar menggelar rapat kerja bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, juga manajemen kafe dan karaoke Jojoo. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Komisi II DPRD Kota Blitar menggelar rapat kerja bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, juga manajemen kafe dan karaoke Jojoo, Rabu (26/06/2024) di ruang rapat Komisi II DPRD Kota Blitar.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut hearing Paguyuban Pemuda Sukorejo (PADAS), Jumat (21/06/2024) lalu bersama Komisi II di Gedung Paripurna DP3D Kota Blitar.

Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo mengatakan, dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa kafe dan karaoke Jojoo yang berada di Pasar Legi Kota Blitar harus tutup sementara dan dilarang beroperasi sebelum ada penyelesaian perselisihan yang terjadi.

“Berdasarkan hasil rapat Komisi II DPRD Kota Blitar beserta Disperindag, intinya management Jojoo secepat mungkin melakukan koordinasi dengan rekan-rekan paguyuban Sukorejo untuk menyikapi kejadian kemarin. Kita tadi menyepakati selama proses mediasi manajemen Jojoo dan rekan-rekan paguyuban aktivitas Jojoo sementara ditutup,” kata Yohan Tri Waluyo.

Komisi II DPRD Kota Blitar memberikan waktu kepada pihak manjemen kafe dan karaoke Jojoo selama 1 pekan untuk menyelesaikan permasalah tersebut. Selama penyelesaian tersebut, kafe dan karaoke Jojoo harus tutup sementara.

“Tadi juga kita sampaikan kalau ada kesepakatan antara manajemen Jojoo dengan paguyuban, kita di Komisi II untuk dibuatkan berita acara kesepakatan yang mereka lakukan ini akan jadi bukti bahwa mediasi antara manajemen dan paguyuban sudah terjadi,” tandasnya.

Sementara itu pengelola kafe karaoke Jojoo Blitar Heru Sugeng Priyanto menyampaikan, pihak manajemen bakal mengikuti hasil kesepakatan tersebut. Kafe dan karaoke Jojoo bakal tutup sementara hingga konflik ini terselesaikan.

“Kita menghargai keputusan dari Komisi II, kalau memang kesepakatan kita akan tutup beroperasi jadi sama-sama enak kedua belah pihak,” kata Heru Sugeng Priyanto.

Heru menandaskan, pihak manajemen sendiri menyebut bahwa selama ini dirinya telah melibatkan warga sekitar.

“Total ada 15 orang pekerja dari warga sekitar yang dipekerjakan di kafe dan karaoke Jojoo tersebut,” tandasnya.

Heru juga menegaskan, usai terjadi konflik tersebut, manajemen Jojoo bakal melakukan komunikasi kembali dengan paguyuban.

Hal ini dilakukan agar konflik tersebut bisa segera terselesaikan sehingga para pekerja bisa kembali kerja.

“Kita akan mengupayakan secepatnya karena kasihan mereka-mereka. Kita akan cari solusi seperti apa. Yang jelas kita akan secepatnya kita selesaikan itu,” pungkasnya. (jar/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com