Sidoarjo, blok-a.com – Kepala Desa Temu, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Petty Fitri Anna, membantah tudingan bahwa 12 paket sembako bantuan untuk warga terdampak banjir tidak disalurkan.
Petty menjelaskan bahwa bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sidoarjo hanya diberikan kepada warga yang rumahnya terdampak langsung oleh banjir akibat luapan Sungai Avur Kedunguling.
“Seluruh paket bantuan sembako dari Dinas Sosial sudah kami bagikan semuanya kepada warga terdampak. Sebanyak 106 paket telah kami salurkan sesuai pendataan yang kami lakukan,” kata Petty Fitri Anna, Senin (30/12/2024).
Ia menegaskan, 12 warga yang tidak menerima bantuan tersebut tidak masuk dalam pendataan karena rumah mereka tidak terkena dampak langsung.
“Saat musibah banjir terjadi, rumah 12 warga di lingkungan RW 3 yang berada di tepi jalan Desa Temu menuju Desa Bendotretek tersebut hanya digenangi air sebentar yang kemudian surut,” jelasnya.
Meski demikian, Pemerintah Desa Temu tetap berinisiatif memberikan bantuan sembako. Setelah berkoordinasi dengan Camat Prambon dan perangkat desa, pihaknya sepakat untuk menambah paket sembako bagi warga tersebut melalui anggaran PAK 2024.
“Jadi sesuai petunjuk dari Pak Camat, saya perintahkan perangkat Desa Temu untuk belanja sembako senilai dengan paket bantuan dari Dinsos. Bahkan dari 12 warga yang mengajukan, kami genapkan menjadi 20 paket sembako. Anggarannya kami masukkan pada pos perubahan anggaran dalam PAK tahun 2024,” pungkasnya.
Keputusan ini diharapkan dapat menjawab keluhan warga dan memastikan tidak ada pihak yang merasa terabaikan oleh pemerintah setempat.(fah/lio)









