KOTA BATU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan agar masyarakat selalu mewaspadai adanya klaster keluarga. Lantaran, sejauh ini di Jawa Timur (Jatim) klaster keluarga masih menjadi tiga prioritas utama Pemerintah.
Menurut Khofifah, beberapa kasus Covid-19 muncul karena keluarga. Terlebih ada pula masyarakat yang tidak bersedia dikarantina di tempat yang telah disediakan pemerintah dan memilih karantina mandiri.
“Padahal itu berisiko. Iya kalau rumah besar, halaman luas serta memungkinkan suplai gizinya baik ya silahkan. Tapi kalau di rumah belum memadai ya monggo ke tempat karantina. Kami bakalan rawat hingga sembuh,” jelas Khofifah usai rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 di Jawa Timur di Klub Bunga Butik Resort, Jumat (11/9).
Khofifah menambahkan, isolasi mandiri harus dilengkapi dengan sarana prasarana yang memadai agar tidak terjadi penyebaran Covid-19. Namun jika isolasi mandiri dengan kondisi kurang memadai, seharusnya bisa menyadari supaya bisa melakukannya di tempat observasi.
“Ayolah ke tempat observasi atau ke tempat rumah sakit terdekat. Ayolah,” ucap mantan Menteri Sosial ini.
Khofifah juga meminta pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu agar melakukan isolasi di tempat observasi yang telah disiapkan oleh pemerintah setempat. Hal ini sebagai upaya tidak terjadi penambahan penyebaran Covid-19 khususnya di klaster keluarga.
“Jangan hanya mikir isolasi mandiri mungkin lebih senang karena dekat dengan keluarga. Tapi resikonya tidak dipikirkan. Jangan khawatir di rumah sakit bayar. Sekarang kalau ventilasi kamar tidak support, sanitasi tidak support, ke rumah sakit itu free of cash (gratis, red). Ini untuk menghindari penularan keluarga,” tambahnya.
Selain klaster keluarga, Khofifah juga mengatakan ada klaster Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), dan perkantoran. Hal tersebut kini patut diwaspadai dalam penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.
“Pilkada ini juga harus diperhatikan betul, jangan sampai terjadi penyebaran di klaster ini. Selain itu di perkantoran kalau memang ada yang positif konfirm ya sudah langsung Work From Home (WFH) jangan dipaksa untuk tetap buka,” pungkasnya.










Balas