Sumenep, blok-a.com – Sudah jadi rahasia umum bahwa sejumlah program pemerintah dalam realisasinya tidak bertahan lama. Dengan kata lain gampang rusak terutama terkait pembangunan proyek infrastruktur.
Seperti hasil penelusuran awak media, pekerjaan proyek drainase di Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur diduga janggal. Proyek tersebut bersumber dari APBD Sumenep Rp183.171.000.
Kejanggalan pekerjaan proyek pada pekerjaan drenase/plengsengan dengan nomor kontrak: 02/SPK/PL-BM/435.108.3/2022 diduga menggunakan bahan material batu galianC. Bahan materialnya diduga tidak memakai batu karang murni.
“Pada saat melakukan pengecekan ke lokasi, terkait bahan material batu yang dipakai itu bukan murni batu karang,” kata ketua Ormas GMPI, Hairul Anwar Rasidi. saat dikonfirmasi beberapa hari lalu.
Bahkan, kata dia, pihaknya berharap kepada pelaksana kegiatan proyek tersebut untuk bertanggung jawab melakukan perbaikan ulang. “Kami harap untuk segera melakukan pembenahan kalau bisa dibongkar kembali,” ujarnya.
Sementara Kadis PUTR Sumenep Eri Susanto melalui Kabid Kebinamargaan PUTR, Agus Hadi Hidayat, akan menindaklanjuti pekerjaan proyek Drenase/Palengsengan yang diduga terjadi kejanggalan itu.
“Kita cek nanti, kita cek batunya. Jika memang batunya tidak masuk, ya suruh diperbaiki. Suruh diganti dengan material yang bagus, batu gunung murni,” katanya, saat dikonfirmasi diruang kerjanya.
Agus menegaskan jika pada pekerjaan proyek tersebut bahan material batunya tidak memakai batu gunung murni maka semuanya harus diperbaiki. “Jika semuanya tidak sesuai maka semuanya harus diganti,” tegasnya. (Aldo/Gim)




