Jam Malam PPKM Mencekik, PKL Kota Batu: Ayo Audiensi!

Pedagang Kaki Lima Di Sekitar Alun Alun Kota Batu
Pedagang Kaki Lima Di Sekitar Alun Alun Kota Batu - Foto; Pungky Ansiska

KOTA BATU – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan laju penyebaran Covid-19 secara resmi diperpanjang hingga 8 Februari di Kota Batu. Hal ini tentu membuat pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun Kota Batu semakin menjerit.

Sejumlah PKL di kawasan alun-alun baru mulai berjualan sekitar pukul 17.00 namun mereka harus kembali tutup pukul 19.00 selama PPKM berlangsung. Terntu hal ini merugikan PKL, karena PKL harus meninggalkan tempat jualan pukul 20.00 Wib.

Para PKL pun meminta kebijakan dari pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk memberikan kelonggaran jam malam jika PPKM, yakni dengan memperpanjang jam operasional hingga pukul 22.00.

“Tanpa PPKM saja sudah berat, sekarang PPKM mau diperpanjang lagi. Semakin berat beban kami para PKL. Kami mohon untuk kebijakan yang diambil saat ini bisa dipertimbangkan kembali. Setidaknya terkait jam malamnya,” jelas Ketua Paguyuban PKL Kota Batu, Puspita Herdysari, Jumat (22/1).

Para PKL ini bahkan membuat surat pernyataan dimana mereka meminta ada perpanjangan waktu hingga pukul 22.00. Ditambah lagi saat ini Kota Batu juga tengah musim penghujan sehingga penghasilan mereka pun semakin merosot.

“Minimal perpanjangan jam malam sampai pukul 10 malam untuk para PKL. Kasihan yang baru buka jam 5 sore, jam 7 malam sudah harus tutup. Makanya kadang banyak dari PKL yang ngasihkan (memberikan) dagangan ke jukir, anak punk karena memang tidak mungkin dibawa pulang,” imbuhnya.

Puspita menambahkan jika perpanjangan tersebut tidak dilakukan maka pihaknya meminta untuk adanya audiensi antara PKL dan Pemkot Batu. Bahkan pihaknya juga akan meminta bertemu anggota dewan untuk membahas persoalan ini.

“Kami akan minta audiensi sebelum keputusan disosialisasikan. Jadi kalau tidak ada sosialisasi ya kami anggap tidak ada perpanjangan. Kami akan tetap bertahan membuka lapak seperti biasanya,” terang ibu dua anak ini.

Dengan adanya PPKM ini pihaknya juga mengalami penurunan penjualan hingga 80 persen. Padahal sebelum PPKM saat weekday bisa mendapatkan Rp 400 sampai Rp 500 ribu sehari.

“Sekarang PPKM susah, jamnya terbatas yang beli juga tidak ada. Paling saat weekend itu paling banyak Rp 200 ribu. Padahal kan di alun-alun ini pengunjung datangnya sore hari menjelang malam,” bebernya.

PPKM di Kota Batu ini juga sangat dirasakan bagi para pelaku usaha yang mencari perekonomian di malam hari. Bahkan mereka harus memutar otak agar bisa mencari modal usaha dikemudian hari.

Exit mobile version