Jember, Blok-a.com – Suasana khidmat, sakral, dan sarat emosional mewarnai upacara pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Jember Masa Bakti 2026. Agenda yang dipimpin langsung oleh Bupati Jember Gus Fawait ini diselenggarakan di aula utama Pendopo Wahyawibawagraha pada Sabtu (15/8/2026) malam.
Prosesi pengukuhan menjadi babak akhir dari seluruh rangkaian latihan fisik ekstrem dan pembinaan mental, yang telah dilalui para siswa-siswi terbaik Jember sebelum menunaikan tugas suci pada upacara HUT Kemerdekaan RI.
Acara tersebut disaksikan langsung oleh jajaran pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus Kabupaten Jember, kepala dinas, serta tokoh masyarakat. Namun, kehadiran yang paling memberikan arti mendalam dalam ruangan tersebut adalah barisan orang tua dan keluarga masing-masing anggota Paskibraka. Pemda sengaja memfasilitasi kehadiran fisik pihak keluarga, untuk memberikan dukungan moral dan spiritual kepada para pelajar yang akan bertugas.
Prosesi berjalan sangat tertib mengikuti protokol kekompakan militer. Ketegangan ruang upacara berubah menjadi isak haru saat lagu kebangsaan dikumandangkan. Kemudian para anggota Paskibraka satu per satu melakukan prosesi cium bendera merah putih sebagai simbol penyerahan jiwa raga kepada nusa dan bangsa. Tak sedikit pula orang tua yang ikut meneteskan air mata, menyaksikan putra-putri mereka berdiri tegak dengan seragam putih-putih (Pakaian Dinas Upacara) yang gagah dan anggun.
“Kehadiran para orang tua malam ini adalah variabel paling krusial. Dukungan moral penuh dari keluarga merupakan energi utama bagi anak-anak kita agar memiliki kesiapan mental yang prima saat bertugas di lapangan besok. Di balik ketangguhan fisik para anggota Paskibraka yang kita lihat malam ini, ada doa-doa malam yang tidak putus dari ayah dan ibunya di rumah. Pengukuhan malam ini menjadi awal tanggung jawab besar para anggota Paskibraka Jember dalam menjalankan tugas negara,” ujar Bupati Gus Fawait.
Pihak panitia pelaksana dari Dispora Jember menjelaskan bahwa persiapan teknis upacara pengukuhan telah dimatangkan sejak beberapa hari sebelumnya untuk meminimalisir kesalahan prosedur. Setelah resmi dikukuhkan oleh bupati, seluruh anggota Paskibka memasuki masa tenang (pembasuhan spritual) di hotel karantina. Ini untuk mengistirahatkan fisik secara total menjelang hari pelaksanaan upacara pengibaran di Alun-Alun Jember.
Dukungan emosional yang solid antara pemda, pelatih dari unsur TNI/Polri, dan orang tua peserta dinilai menjadi kunci suksesnya sistem pembinaan Paskibraka Jember tahun ini. Para orang tua menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Jember yang telah mendidik anak-anak mereka menjadi pribadi yang jauh lebih mandiri, disiplin, dan religius. Pertemuan emosional pasca-upacara di halaman pendopo ditutup dengan sesi foto bersama dan penyaluran ucapan motivasi dari bupati kepada masing-masing keluarga pengibar bendera. (rio)




