KOTA MALANG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) memasuki babak baru. Kota Malang menjadi salah satu wilayah di Jawa Timur yang perlu memperpanjang PPKM.
Keputusan itu berdasar pengumuman Dirjen Bina Administrasi wilayah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (20/1).
Namun, Walikota Malang Sutiaji mempertanyakan mengapa Kota Malang perlu memperpanjang PPKM. Ia menilai parameter maupun indikator perlunya perpanjangan PPKM belum dipastikan.
“Makanya parameternya apa kita harus nambah. Karena penilaian berhasil atau tidaknya bukan sekarang. Ini kan masih proses,” ujarnya pada awak media, Kamis (21/1).
Lebih lanjut, Sutiaji mengatakan penilaian berhasil atau tidaknya PPKM bisa dilihat satu minggu setelah pelaksanaan. Sebab, saat ini indikatornya belum ia peroleh. Ia juga telah menyampaikan hal ini pada pemerintah provinsi.
“Itu kan instruksional. Sudah saya share ke wakil gubernur. Saya ingin ada kepastian. Kedua, indikatornya apa sehingga perlu diperpanjang,” katanya.
Menurutnya, berhasil atau tidaknya PPKM tidak lagi bisa dinilai dari upaya institusional. Melainkan dari kesadaran masyarakat. Ia juga mengaku sulit untuk menentukan dari mana kasus positif berasal.
“Saya sekarang tidak tahu dari mana penyebarannya, siapa yang terindikasi dan berpotensi menyebarkan virus,” tambahnya.
Hingga saat ini, penambahan kasus positif di Kota Malang masih naik-turun. Berdasar data Satgas Covid-19, pada Senin (18/1) penambahan mencapai 48 kasus. Kemudian, Selasa (19/1), penambahan kasus sebanyak 30 kasus. Sementara Rabu (20/1), penambahannya mencapai 48.










Balas
Lihat komentar