Kota Malang, blok-a.com – Jalan Veteran di Kota Malang adalah salah satu jalur jalan yang vital. Selain terdapat dua mall, namun jalan tersebut memang merupakan jalur menuju kawasan pendidikan.
Pada masa pemerintah Belanda, Jalan Veteran masih berupa sawah. Kemudian, untuk memenuhi kebutuhan pendidikan pribumi, pemerintah memutuskan untuk membangun jalan Veteran. Jalan ini juga termasuk dari bagian Bouwplan III, yang juga merupakan perluasan di wilayah pada pemerintahan Gementee.
Jalan Veteran di Kota Malang kemudian menjadi arteri utama dengan taman di tengahnya (boulevard) dan jalur sepeda dua arah. Jalan ini juga dibangun dengan tujuan memudahkan jalur masyarakat pada saat itu ke makam Sukun.
Sejak awal terbentuknya Kota Malang pada 1914, letak pemakaman terpisah menjadi tiga bagian. Yang pertama adalah makam bagi warga Belanda di Klojenlorstraat, dekat bekas perbentengan Belanda kuno.
Makam tersebut kini dipindahkan ke komplek pekuburan baru di daerah Sukun pada perencanaan perluasan Kota Malang tahap III.
Kemudian, komplek makam Islam dan penduduk setempat di daerah Soekoredjo di sebelah utara jalan yang dinamakan Kutobedahstraat.
Sedangkan di sebelah selatan dari jalan Kutobedah tersebut terletak makam Cina. Pada perkembangan Kota Malang selanjutnya daerah makam tersebut masih terus dipertahankan.
Masih belum ada informasi lebih jelas kapan Jalan Veteran benar-benar dibangun. Namun, dulunya jalan ini bernama Jalan Jogjakarta. Namanya diganti karena bersebelahan dengan TMP Untung Suropati.
Pada tahun 90-an, Jalan Veteran sudah digunakan sebagai jalur untuk masyarakat menempuh pendidikan. Terlebih, dibangunnya IKIP Kota Malang yang kini menjadi Universitas Negeri Malang. Dan Universitas Brawijaya, yang juga berlokasi di Jalan Veteran.
Universitas Negeri Malang (UM) diresmikan oleh Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, Prof. Mr. Muhammad Yamin pada tanggal 18 Oktober 1954. Hal itu tercatat dalam surat keputusan nomor 38742/Kab tanggal 1 September 1954.
Universitas Brawijaya (UB) juga didirikan pada tahun yang berdekatan. Kampus tersebut diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Soekarno, melalui kawat no. 258/K/61 dikirim pada tanggal 11 Juli 1961.
Nama Brawijaya ini diambil dari gelar Raja-Raja Majapahit, sebuah kerajaan besar di Indonesia dari abad ke-12 hingga ke-15.
Sejak didirikannya dua perguruan tinggi tersebut, akhirnya Jalan Veteran menjadi lebih ramai, bukan lagi akses ke makam umum saja. (mg2/bob)









