BLOK-A – Perayaan Tahun Baru China atau Imlek hampir di depan mata. Tentu saja, orang-orang yang merayakannya mulai mempersiapkan banyak hal untuk menyambut Imlek. Sebut saja dekorasi dengan nuansa warna merah dan emas, lampion, bahkan angpau.
Pada hari Imlek, tentu saja hal yang tak boleh ketinggalan disuguhkan adalah hidangan yang lezat. Karena kumpul keluarga sudah menjadi tradisi pada perayaan ini, maka orang biasanya menyajikan hidangan dalam porsi besar. Wah, sepertinya nikmat, ya!
Tapi hidangan-hidangan tersebut tak asal disajikan. Makanan khas Imlek ini memiliki makna dan filosofinya tersendiri, lho. Seperti apa, ya?
1. Mie Goreng
Seperti punya ikatan kuat dengan adat Tiongkok, mie memiliki peranan penting dalam setiap tradisinya. Mie goreng akan hadir dalam acara-acara penting seperti ulang tahun, juga perayaan Imlek. Bagi masyarakat Tiongkok, mie memiliki arti khusus, yakni melambangkan umur panjang, kebahagiaan, juga rezeki yang melimpah. Tak heran jika mie menjadi bagian hidangan utama yang tersaji saat perayaan Imlek.
2. Jeruk
Mendekati perayaan Imlek, buah jeruk akan mudah dicari di mana-mana. Buah jeruk menjadi salah satu buah yang penting selama perayaan Imlek. Konon, buah ini melambangkan rezeki yang melimpah. Tak hanya itu saja, jika menyajikan buah jeruk yang memiliki tangkai dan daun akan melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran yang akan selalu tumbuh. Wah, siap-siap cari buah jeruk lengkap dengan tangkai dan daunnya ya!
3. Yu Sheng
Cantik dan penuh warna, yu sheng adalah hidangan khas Imlek yang penuh makna dan pengharapan. Hidangan ini biasanya berisi irisan halus aneka sayuran seperti wortel atau lobak, dengan potongan ikan tuna atau salmon mentah segar yang sebelumnya direndam campuran minyak wijen, minyak goreng, dan merica, serta saus khasnya. Hidangan ini melambangkan keberuntungan di tahun baru.
Tradisi saat memakan hidangan ini adalah Lo Hei, dimana semua anggota keluarga mengaduk yu sheng bersama sambil mengucapkan selamat Tahun Baru, dan mengangkat yu sheng tinggi-tinggi. Siapa yang semakin tinggi mengangkat yu sheng, maka harapannya akan terkabul dan mendapatkan keberuntungan berkali lipat.
4. Kue Keranjang
Hidangan satu ini sudah tak asing lagi di masyarakat umum. Kehadirannya memiliki peranan penting dalam perayaan Imlek. Kue keranjang atau nian gao yang lengket dan manis ini melambangkan tahun yang lebih sejahtera.
Filosofi lain melambangkan bahwa kue keranjang ini merupakan bentuk harapan keluarga untuk dapat terus bersatu. Hidangan ini biasanya disusun bertumpuk, posisi seperti ini juga memiliki makna khusus, yakni kemakmuran.
5. Ayam atau Bebek
Ketika merayakan Hari Raya Imlek, biasanya ayam atau bebek menjadi hidangan yang paling sering disajikan. Biasanya disajikan secara utuh tanpa dipotong-potong. Penyajiannya ini memiliki makna sebagai harapan keluarga tetap bersama, utuh, dan bahagia. Ayam atau pun bebek menjadi simbol yang bermakna kesetiaan dan ketaatan.
Ayam dan Bebek dalam tradisi Tiongkok diibaratkan memiliki sifat serakah, maka dari itu siapa saja yang memakannya akan terhindar dari sifat buruk seperti itu.




