KOTA MALANG – Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,06 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,90 pada Januari 2021. Inflasi yang dialami Kota Malang termasuk dalam posisi terendah ke-8 diantara Kabupaten/Kota di Jawa Timur (Jatim).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Azka Subhan menjelaskan, capaian inflasi itu dikarenakan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai tanggal 12 Januari 2021 lalu.
“Sehingga (kebijakan PPKM) mempengaruhi daya beli masyarakat menurun,” kata ia.
Sementara itu, Azka mengatakan, komoditas yang tertinggi menyumbang inflasi di Kota Malang adalah makanan, minuman dan tembakau.
“Antara lain komoditas cabai, rawit, tempe dan tahu mentah dengan andil masing-masing sebesar 0,22 persen, 0,04 persen dan 0,03 persen,” papar Azka.
Sementara untuk penghambat angka inflasi atau penyumbang deflasi adalah koreksi tarif angkutan darat. “Yang menyebabkan deflasi dengan andil sebesar -0,08 persen. Hal ini dikarenakan penurunan penumpang -73,31 persen selama periode Januari 2021,” imbuh ia.
Dengan rendahnya inflasi tersebut, Azka menggunakan strategi pengendalian 4K yakni Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi yang efektif.
“4K itu diperlukan untuk tetap menjaga inflasi yang stabil dengan tetap mempertahankan daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” kata Azka.
4K tersebut kata Azka dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital farming dan memanfaatkan belanja secara daring di tengah pandemi Covid-19.
“Selain itu diperlukan penguatan pelaksanaan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga. Komunikasi efektif juga harus dilakukan berfokus pada perbaikan kualitas dan aksesbilitas data, peningkatan intensitas komunikasi dan koordinasi, serta senantiasa memberikan himbauan kepada masyarakat,” jelas ia.




