Kota Malang, blok-A.com – Siapa yang tidak mengenal pecel? Makanan khas jawa timuran ini, kerap kali kita liat di sepanjang Kota Malang. Mayoritas orang mengonsep dagangannya menjadi warung pecel. Namun, bagiamana jika ada orang yang mengonsep dagangan pecelnya menggunakan sebuah mobil?
Sekitar pukul 10.00 WIB, terlihat sebuah mobil dengan bertuliskan “Pos Sego Pecel Khas Dewe” menarik perhatian tim Blok-A.com untuk mencobanya. Karena rasa penasaran, kami menemui seorang pria yang menjaga mobil pecel tersebut.
Junaidi (32) adalah seorang pedagang pecel Rp.5rb an yang selalu nangkring tepat di depan Rays Hotel UMM. Ia sudah berjualan kurang lebih 6 tahunan.
“Jadi ini bisnis keluarga mas, udah 6 tahunan berjalan. Kebetulan saya nyewa tempat di daerah sini,” ujar Junaidi pada Minggu (14/08/2022)
Junaidi menjelaskan ide awalnya dalam mengonsep mobilnya berubah fungsi menjadi tempatnya berjualan pecel.
“Awalnya liat refrensi apa sih yang lagi trend, yang gak terlalu banyak tempat dan efisien. Biasanya kan bangun semi permanen, agak mahal mas. Kalau konsep mobil seperti ini, hitungannya cuma nyewa lahan saja. Jadi lebih murah sewanya,” jelasnya.
Ia bisa menjual puluhan porsi dalam seharinya. Hal itu disesuaikan dengan target pasarnya. Kebanyakan pembelinya datang dari kalangan mahasiswa, maupun keluarga yang sedang berlibur di Kota Malang.
“Sehari 3-4 kg nasinya, bisa dapat 50 porsian. Alhamdulillah, kurang lebih segitu terjualnya mas,” ucap Junaidi.
Tak tanggung-tanggung, dalam sehari ia bisa berhasil meraup omset kurang lebih sekitar ratusan ribu. Hal tersebut bisa menjadi keuntungan yang menjanjikan bagi Junaidi.
“Harga satu porsi kan 5rban ,itu belum termasuk lauk mas. Lauknya beda sendiri harganya. Omset perhari bisa sampai Rp.400.000 – Rp.450.000. Kalo sebulan kalikan saja,” ujar Junaidi
Pengunjung, Awkarina (22) menjelaskan bagaimana rasa dari pecel itu, dengan harga yang sangat terjangkau.
“Rasanya cukup enak untuk harga yang affordable. Lokasinya strategis, bagi para pecinta makanan pedas, sangat rekomen untuk dicoba,” tutur Awkarin.
Ia berharap, dagangannya terus laku dan semakin ramai. Semoga harga pokok tidak terus melambung tinggi, tambahnya.
“Kedepannya semoga harga-harga pokok seperti minyak, telur, dan ayam tidak melambung tinggi. Saya kan matok harga murah, takutnya bisa kena imbas mas dari harga pokok naik tersebut. Kalo untuk dagangan saya, semoga makin dikenal dan ramai,” tutup Junaidi. (mg1/bob)




