Hurdy Gurdy, Alat Musik Khas Eropa yang Ada di Museum Musik Dunia JTP 3

Hurdy Gurdy
Hurdy Gurdy - foto: Aga

KOTA BATU – Anda tidak perlu jauh-jauh ke Eropa untuk dapat melihat alat musik tradisional mereka. Di Museum Musik Dunia milik JTP 3, semuanya lengkap ada, dari yang paling biasa hingga yang belum pernah ditemui sebelumnya, seperti Hurdy-Gurdy.

“Ini kita siapkan satu area khusus untuk alat musik dari Eropa. Ada banyak macamnya dari beberapa negara di Eropa sana,” terang Donny, Marketing Museum Musik Dunia.

Alat musik dari Eropa memiliki ciri khas berbahan dasar kayu. Bentuknya pun dapat dibilang banyak yang tidak lazim dan unik.

Salah satu alat yang cukup unik adalah Hurdy Gurdy yang berasal dari Spanyol, namun berkembang di Polandia mulai abad ke-10.

“Kalo yang khas mungkin Hurdy Gurdy ini. Dia violin, tapi cara pakainya bukan digesek, melainkan di tekan tombol-tombolnya ini,” tutur Donny.

Hurdy Gurdy sendiri merupakan alat musik dawai yang sumber suaranya dihasilkan dari memutar engkol di tangan, untuk kemudian membuat roda rosin bergesekan dengan senar. Roda berfungsi sebagai busur biola. Suara instrumennya pun mirip dengan biola.

Meskipun berasal dari Polandia, masyarakat Eropa secara keseluruhan sudah banyak yang menggunakan Hurdy Gurdy untuk tampil di festival-festival. Satu festival yang paling dikenal yakni di Saint-Chartier di Departement Indre, Prancis Tengah.

Selama akhir Renaisans, ada dua bentuk karakteristik Hurdy Gurdy yang berkembang. Satu berbentuk gitar dan satunya lagi mirio kecapi bulat yang terbuat dari kayu paranada khas instrumen Prancis.

Meskipun sudah ada versi modern, Hurdy Gurdy yang ada di Museum Musik Dunia merupakan Hurdy Gurdy yang masih tradisional.

Penasaran bagaimana caranya memainkan Hurdy Gurdy?

Jawa Timur Park 3 buka setiap hari dari pukul 12.00 WIB – 20.00 WIB. Segera booking tiket Anda di Traveloka atau book.jtp.id.

Selamat liburan!

Exit mobile version