KOTA MALANG – Ternak lele tidak semudah yang dibayangkan. Ada banyak kegagalan, salah satu penyebabnya adalah kanibalisme.
Lele sendiri merupakan hewan pemakan sesamanya. Alhasil, sering kali peternak lele mengeluh saat panen. Peternak merasa menebar benih 1000 namun ketika panen hanya terdapat 300 lele.
Nah untuk mengatasi hal tersebut, Blok-A memberikan tips cara mengantisipasi kanibalisme lele yang merugikan peternak lele.
Dosen Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Peternakan UMM, Riza Rahman Hakim, S.Pi, M.Sc hadir sebagai narasumber untuk tips tersebut.
1. Pembenihan lele harus setara
Kerap kali ketika pembenihan lele, peternak asal menyebar benih, tanpa memepertimbangkan ukuran benih lele. Jika ukuran benih lele berbeda-beda, kemungkinan kanibalisme akan besar. Contohnya, kata Riza, adalah benih lele terdapat yang ukuran 4 cm atau 7 cm.
“Nah kan itu besaran yang 7 cm. Dengan ukuran yang besar itu kemungkinan lele akan memakan yang kecil. Atau sebaliknya. Jika yang besar terlihat sakit. Lele-lele yang kecil ini langsung berkomplotan memakan yang besar,” kata Riza ke Blok-A.
Untuk itu, Riza menganjurkan agar peternak memperhatikan ukuran. “Kalau bisa sama semua. Kalau 7 cm ya sama semua satu kolam itu,” tuturnya.
2. Pemberian makan tiga kali, khususnya waktu malam
Berdasarkan pengalaman Riza, peternak lele kerap kali hanya memberikan makan cuma dua kali sehari. “Yakni jam 8 pagi dan jam 4 Sore,” imbuhnya.
Pemberian makan lele dua kali itu kata Riza kurang. Pasalnya Lele adalah hewak nokturnal atau aktif di malam hari termasuk aktif mencari makan. Untuk itu, peternak lele disarankan agar memberi makan lele tiga kali sehari.
“Ya diberi tiga kali. Jamnya itu ya jam 08.00 pagi, terus jam 14.00 sama jam 21.00 atau 22.00,” tuturnya. Pemberian makan malam hari itu agar lele yang lapar di malam hari tidak memangsa kawanannya.
“Kalau gak ada makan di malam hari ya siap-siap lele-lele yang besar itu langsung memangsa yang kecil di malam hari. Bangkainya pun tidak ada. Itu yang kerap kali ditemui,” kata pria yang menempuh pendidikan magister di Universitas Kasetsart (University) Thailand di jurusan Aqua Culture (Budidaya Perikanan).
3. Grading atau sortir
Jika ikan lele sudah mulai tumbuh satu bulan. Peternak lele disarankan untuk melakukan penyortiran lele. Jika awalnya hanya ada satu kolam. Buatlah dua kolam.
“Jadi pisahkan ikan yang sudah besar dan masih sedang bertumbuh. Jangan jadikan satu. Misalnya di satu kolam dulu ada seratus. Pisahkan lele yang besar 50 di kolam baru dan lele yang sedang di kolam lama,” kata ia.
Tujuannya sendiri, kata Riza, supaya lele yang sudah besar tidak memakan lele yang berukuran sedang.
“Kan semakin besar lele itu makannya banyak. Sedangkan makanannya tetap. Nah kadang yang besar ini siap memangsa yang sedang. Untuk itu penyortiran ini penting,” tutupnya.
4. Pengurasan air
Air di kolam juga menjadi faktor munculkan kanibalisme antar lele. Air yang kotor akan membuat lele menjadi gampang mudah sakit.
“Acuannya untuk melihat kalau kotor itu ya mudah. Kalau lele sudah memunculkan kepala di permukaan air ya berarti itu kotor. Lele sudah tidak nyaman,” kata ia.
Ketika lele sudah sakit, Riza menambahkan, lele tersebut merupakan santapan bagi lele lainnya di kolam. “Kalau gerakannya sudah lemah dan tidak semangat atau pucat. Entah besar atau kecil. Lele itu pasti dimangsa,” kata ia.
Untuk itu, Riza menuturkan, agar peternak lele sering kali mengecek keadaan air. “Kalau sudah dirasa kotor kuras saja. Biar ikan juga tidak mudah sakit,” tutupnya.










Balas