KOTA MALANG – Hingga 11 Januari 2019, pasien Covid-19 yang meninggal mencapai 409 orang. Walikota Malang, Sutiaji mengatakan hal tersebut disebabkan pasien sudah berada dalam kondisi kritis saat dirujuk ke Rumah Sakit rujukan Covid-19.
“Waktu dibawa ke RS, saturasi oksigennya sudah di bawah 90 hingga 80 persen. Itu membuat pasien langsung dipasang ventilator,” ujar Sutiaji kepada wartawan, di Mini Block Office Kota Malang, Senin (11/1).
Untuk itu, ia berpesan agar masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan segera menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat. Dengan begitu, yang bersangkutan segera mendapat penanganan dan perawatan lebih lanjut.
Selain itu, Sutiaji juga menyebut persentase kematian pasien Covid-19 di Kota Malang yang mencapai 6,9 persen, lebih tinggi dibanding di tingkat nasional. Saat ini, lanjut Sutiaji, persentase kematian di tingkat nasional berada di angka 2,9 persen.
Sutiaji menambahkan bahwa masyarakat yang terdaftar di Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) BPJS tingkat kematiannya justru rendah. Sebab, mereka secara aktif melaporkan kondisi mereka.
“Masyarakat yang memiliki penyakit dan tidak mendaftarkan diri Prolanis BPJS membuat kesehatan mereka akan sulit dipantau,” jelasnya.
Untuk meminimalisir angka kematian maupun persebaran Covid-19, Sutiaji menyebut harus ada penguatan kesadaran masyarakat. Oleh karenanya, PPKM juga diharapkan mencegah persebaran Covid-19.
Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Malang per 11 Januari 2021, jumlah total kasus Covid-19 mencapai 4.286 kasus. Rinciannya, sebanyak 3.532 pasien dinyatakan sembuh, dan pasien dalam pemantauan sebanyak 345 orang. Sementara jumlah pasien yang meninggal mencapai 409 orang.
Pewarta: Rifky P.
Foto: Rifky P.










Balas
Lihat komentar