KABUPATEN MALANG – Pendakian di Gunung Semeru ditutup total per tanggal 30 November sampai waktu yang belum ditentukan.
Penutupan pendakian tersebut dikarenakan adanya laporan beberapa kali terjadi letusan dan guguran lava pijar di Gunung Semeru tanggal 28 November lalu.
“Berdasarkan laporan yang disampaikan PGA (Pos Gunung Api) di Sawur letusan teramati 3 kali dengan tinggi asap kurang lebih 100 meter. Guguran dalan lava pijar teramati 13 kali dengan jarak luncur kurang lebih 500 sampai 1000 meter dari ujung lidah lava ke besuk kobokan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), Agus Budi Santosa melalui rilis yang diterima Blok-A, Senin (30/11).
Agus menuturkan, penutupan tersebut bertujuan untuk menjaga keselamatan pendaki.
“Berdasarkan hal-hal tersebut diatas dan mewaspadai gugurnya kubah lava di kawah Jonggring Saloka dan mengutamakan kepentingan keselamatan jiwa pendaki, untuk itu Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup sementara pendakian Gunung Semeru secara total sejak tanggal 30 November dengan batas waktu yang belum ditentukan,” tutup Agus.




