Gudang Springbed di Tidar Malang Terbakar, Satu Korban Luka Bakar Diduga Akibat Kena Letupan Gas Elpiji

Gudang Springbed di Tidar Malang Terbakar, Satu Korban Luka Bakar Diduga Akibat Kena Letupan Gas Elpiji
Gudang Springbed di Tidar Malang Terbakar, Satu Korban Luka Bakar Diduga Akibat Kena Letupan Gas Elpiji (mg1/blok-a)

Kota MalangBlok-a.com – Kebakaran hebat terjadi di gudang springbed dan perabotan rumah tangga di Tidar Jalan Esberg Kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang, Kamis (8/6/2023).

Seisi rumah dan gudang tampak hangus akibat kebakaran itu. Selain itu, atap rumah juga berjatuhan usai kerangkanya terbakar.

“Kebakarannya tadi mulai terlihat sekitar jam 8 pagi, apinya besar dan asapnya membumbung tinggi,” kata Rifandi, warga setempat.

Sepengetahuannya, rumah tersebut memang memiliki gudang furniture mulai kasur hingga kursi kursi plastik.

“Sepertinya ya habis barang barangnya, karena setahu saya rumah itu juga ada gudang kasur dan kursi kursi plastik gitu. Tapi bukan rumah produksi, cuma gudang,” kata dia.

Sementara informasi didapat wartawan Block- a com , kalau ada salah satu penghuni rumah sekaligus gudang springbed di Tidar alami luka bakar. Kini, dia dalam perawatan di rumah sakit .

Diketahui , korban yang alami luka bakar bernama Stefanus Ricardo Murteja (18). Korban mengalami luka bakar 21 persen di bagian tangan, kaki, dan muka., Dan korban anak pemilik rumah ini.

“Dibawa ke rumah sakit, tidak terkena api dari kebakaran tapi diduga terkena letupan tabung gas elpiji,” ujar salah satu petugas polisi kepada Block – a com , Kamis ( 8/6 ) .

Pantauan wartawan Block – a com , petugas unit kebakaran kota Malang mengerahkan 7 unit armadanya guna melakukan pembasahan dilokasi kebakaran .

” Hingga pukul 11.30 wib , api bisa dipadamkan dan terkait korban jiwa nihil ,” ujar Anang danru pemadam kebakaran .

Terpisah , Kapolsek Sukun, Kompol Nyoto Gelar mengatakan sampai saat ini belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Namun, berdasarkan dugaan sementara api muncul dari kompor gas.

“Dari tim Inafis masih akan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran,” pungkas Nyoto. (mg1/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?