KABUPATEN MALANG – Kejadian menggelikan terjadi usai paslon (pasangan calon) SanDi (Sanusi – Didik Gatot Subroto) mendaftarkan diri sebagai paslon resmi Pilbup Malang 2020 di kantor KPUD Kabupaten Malang, Jumat (4/9). Calon Bupati Sanusi berkali-kali salah menyebut “pers” atau wartawan dengan sebutan “peres”.
Hal itu Sanusi ujarkan saat memohon restu saat konferensi pers.
“Saya memohon restu untuk semua yang hadir. Tak lupa teman teman ‘peres’ juga para tokoh masyarakat kemudian pimpinan partai dan juga terimakasih tim SanDi,” kata Sanusi.
Sontak beberapa hadirin yang hadir hendak mengkoreksi dengan menahan tawa. Namun, Sanusi tetap melanjutkannya.
Kejadian ini pun nahasnya tetap berulang. Sanusi kembali mengucapkan kata “peres” yang seharusnya ditujukan pada rekan pers atau wartawan yang sedang meliput.
Kata “peres” itu diujarkannya di tengah-tengah konferensi pers, yakni pada bagian terimakasih ke sejumlah pihak.
“Terimakasih pada semua partai pengusung Golkar PPP dan Gerindra. Dan saya mohon maaf pada semuanya terutamanya masyarakat Kabupaten Malang dan teman-teman ‘peres’,” tuturnya.
Meskipun begitu, pada bagian akhir, Sanusi memohon maaf jika ada yang salah pada sambutannya.
“Bila ada kurang lebihnya karena saya manusia biasa tidak luput dari kesalahan saya mohon maaf. Sekali lagi terimakasih atas semua dukungannya saya akhiri assalamualaikum warromatullah wabarakatuh,” tutup Sanusi.
Sebagai informasi, “peres” sendiri memiliki arti lain dari kata “pers”. “Peres” berdasarkan KBBI adalah kata sifat untuk menggambarkan sesuatu yang penuh. Namun ada pula arti lain. Menurut bahasa gaul “Peres” berarti merujuk pada seseorang yang kerap kali berbohong.
Sementara “pers”, menurut KBBI, merupakan orang yang bergerak dalam penyiaran berita.




