Gowes Ringan Bisa Jadi Obat Insomnia, Hoax atau Fakta?

Ilustrasi Insomnia
Ilustrasi Insomnia - Sumber foto: Pinterest

BLOK A – Memiliki kebiasaan tidur yang kurang baik dapat mengantarkan kalian kepada berbagai jenis penyakit loh. Bagi beberapa orang ternyata insomnia sudah menjadi rutinitas malam di kala pandemi. Kondisi pikiran yang stress ternyata dapat memicu otak untuk bekerja secara berlebih sehingga menghilangkan rasa kantuk di malam hari.

Setiap orang pasti memiliki cara mereka masing-masing untuk menyelesaikan permasalahan insomnia ini. Tetapi perlu kalian tahu juga bawa bersepeda ternyata adalah obat manjur dari insomnia loh! Tapi tentu saja ada hal yang perlu dipertimbangkan sebelum bersepeda. Yuk simak 3 hal penting dalam bersepeda untuk hilangkan kebiasaan insomnia!

1. Pilih Waktu yang Tepat

Untuk kalian yang memiliki permasalahan insomnia, usahakan untuk tidak bersepeda di dekat jam tidur. Karena dengan bersepeda tubuh akan otomatis melepan endorfin. Bersepeda memang bisa menjadi peredam stress, tetapi jika dilakukan dekat dengan waktu tidur maka justru membuat rasa kantuk hilang.

Menurut Charles Morin, Ketua Riset Kanada untuk pengobatan insomnia di Laval University, waktu bersepeda yang baik adalah di sore hari. Namun tetap harus memberikan selang waktu karena butuh waktu untuk mengembalikan kondisi tubuh ke keadaan alaminya.

2. Durasi Bersepeda yang Pas

Bersepeda terlalu lama justru akan membuat badan lelah dan tidur menjadi tidak nyaman. Kalian cukup bersepeda ringan berkeliling komplek selama 30 menit untuk mendapat kualitas tidur yang baik. Morin dalam penemuannya “The Mechanisms Underlying Insomnia Leading to More Effective Treatment Approaches” juga menjelaskan bahwa bersepeda dengan intensitas rendah akan membuat tidur lebih berkualitas.

3. Besar Intensitas Bersepeda

Bersepeda terlalu keras melebihi kemampuan tubuh justru akan membuat kalian lebih sering mengalami fragmentasi tidur atau terbangun di tengah tidur loh. Tapi ingat tidak semua tubuh manusia memiliki sistem dan cara kerja yang samam jadi masing-masing orang memiliki intensitas bersepeda yang berbeda. Tentukan batasan bersepeda kalian agar dapat tidur lebih tenang.

Beberapa hal di atas perlu kalian perhatikan sebagai terapi penghilang insomnia. Apalagi jika kalian pecinta sepeda tidak perlu meminum obat perangsang tidur, cukup dengan bersepeda sesuai kebutuhan diri maka kalian akan mendapatkan kualitas tidur yang baik dan terhindar dari insomia.

Menentukan batas kemampuan bersepeda juga harus kalian lakukan di Gowesata ya. Dengan pilihan jarak tempuh 10km, 25km, dan 50km kalian dapat menyesuaikan rute dengan kemampuan kalian. Jadi tunggu apa lagi jangan sampai terlewat segara daftarkan diri kalian untuk ikut Gowesata di www.gowesata.id.

Exit mobile version