Godain Burung Kasuari Kerdil Yuk, Satwa Pemalu di Eco Green Park

Kasuari Kerdil koleksi Eco Green Park Jatim Park 2
Kasuari Kerdil koleksi Eco Green Park Jatim Park 2

KOTA BATU – Keunikan Eco Green Park ada pada koleksi burung-burungnya yang unik dan eksotis. Salah satu jenis yang kerap menarik perhatian adalah burung Dwarf Cassoary alias kasuari kerdil.

Pengunjung Eco Green Park bisa melihat unggas ini di area The Walking Bird. Exhibitnya sangat dekat dengan rute perjalanan, sehingga Anda bisa berinteraksi langsung dengan mereka yang pemalu ini.

Kasuari kerdil (Casuarius bennetti) atau Dwarf Cassowary adalah spesies burung kasuari yang paling kecil yang banyak ditemukan di pulau Papua (Indonesia dan Papua Nugini), pulau Seram, pulau Yapen, dan New Britania.

Walaupun ukuran burung ini yang paling kecil, kasuari kedil tetap memiliki tinggi mencapai 1 meter lebih karena spesies burung kasuari ini termasuk ke dalam burung raksasa.

Kasuari Kerdil hanya sedikit lebih kecil jika dibandingkan dengan kedua spesies kasuari lainnya, yaitu Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus) dan Kasuari Gelambir Ganda (Casuarius casuarius).

Bulu Kasuari Kerdil berwarna hitam mengkilat dan lebih kelam dibandingkan kasuari lainnya. Kasuari Kerdil memiliki sayap namun mereka tidak bisa terbang.

Kepala dan leher mereka tidak punya bulu, berwarna biru dan merah, serta di atas kepala kasuari memiliki tanduk berbentuk segitiga dengan bagian belakang pipih yang tinggi berwarna kecokelatan.

Kasuari kerdil adalah burung pemalu yang jarang sekali terlihat di alam liar. Mereka juga merupakan hewan diornal atau aktif di siang hari, menghabiskan waktu untuk mencari makanan. Kasuari biasanya ditemukan sendiri atau berpasangan dan kadang-kadang dalam kelompok kecil.

Burung ini memiliki kemampuan untuk berlari cepat hingga mencapai 48 km/jam di hutan lebat, mampu melompat, berenang, dan menendang ke depan dengan kuat. Saat burung ini terganggu atau terancam, mereka akan membela diri dengan tendangan yang sangat kuat.

The Guinness Book of Records bahkan menganugerahinya sebagai burung paling berbahaya di dunia karena burung kasuari sangat agresif saat terancam. Kasuari kerdil telah dilaporkan membunuh manusia dan anjing ketika mereka diganggu.

Habitat kasuari kerdil banyak ditemukan di hutan hujan tropis dan subtropis pada daerah pegunungan yang curam hingga 3000 m (10.000 kaki) yang banyak ditumbuhi vegetasi.

Makanan utama unggas ini adalah buah-buahan yang jatuh atau buah-buahan yang mereka ambil dari semak belukar. Namun, kasuari kerdil juga memakan sumber makanan lain, seperti jamur, serangga, jaringan tanaman, dan vertebrata kecil, termasuk kadal dan katak.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com