BLOK A – Penampilan bukanlah segalanya, tapi segalanya bisa bermula dari penampilan. Memperhatikan penampilan merupakan salah satu bagian penting dalam memberikan kesan baik saat bertemu orang lain. Bagi pria, ini bisa membantu dalam berbagai hal termasuk urusan bisnis maupun asmara.
Akan tetapi, siapa sangka ada sejumlah kebiasaan yang nyatanya bisa mengganggu penampilan pria. Sejumlah kebiasaan yang awalnya untuk meningkatkan ketampanan justru berakhir sebaliknya. Inilah hal-hal yang harus dihindari itu:
1. Berbaju rapi tapi memakai sandal jepit
Dua hal ini sangat kontras dalam hal penampilan. Memakai pakaian rapi identik dengan kesan formal. Berbeda dengan sandal jepit yang punya fungsi kasual dan santai.
2. Memakai rompi tuxedo dengan kaus
Rompi tuxedo (vest) sudah dari jaman dahulu kala dibuat untuk dipadukan dengan kemeja. Kemudian, biasanya akan ditambahkan setelan jas untuk luaran. Memakai rompi dengan kaus justru merusak kesan formal. Di sisi lain, memakai vest dan kaus justru akan memperlihatkan postru kurang oke.
3. Hindari memakai kaus V-neck dengan belahan sampai dada
Kaus model ini dipopulerkan oleh mendiang Olga Syahputra. Ia kerap memakai kaus kerah bentuk V saat tampil di layar kaca. Namun begitu, apa yang ia lakukan belum tentu bisa diaplikasikan ke semua pria. Kaum hawa bisa dipandang kurang maskulin bila tetap memakainya saat bersosialisasi.
4. Big No untuk setelan jas kedodoran
Tren ini begitu populer di era 1990-an kala baju kedodoran adalah rujukan untuk tampil keren. Namun, itu sudah tidak berlaku lagi untuk sekarang. Bagaimanapun juga, setelan jas terbaik adalah yang ukurannya pas dengan badan.
5. Terlalu banyak memakai aksesoris
Tak jarang pria memakai aksesoris seperti jam tangan, gelang, cincin, dan kalung untuk meningkatkan penampilan. Namun, pastikan jumlahnya tepat. Terlalu banyak memakainya justru menghancurkan kesan kasual yang dibangun. Ingat bagaimana Tessy memakai cincin batu akik di setiap jarinya. TIdak ada unsur keren, kan?




