KOTA BATU – Ada kabar gembira untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di Kota Batu. Pasalnya sebanyak 141 ribu bibit ikan telah disiapkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu.
Bibit ikan ini dibagi menjadi beberapa jenis ikan yang berbeda. Yakni 70 ribu bibit ikan nila, 61 ribu bibit ikan lele dan 10 ribu bibit ikan koi hias.
Saat ini DPKP Kota Batu sedang melakukan pengadaan dan menunggu SK dari Wali Kota Batu. Nantinya setelah mendapatkan SK dan bibit ikan telah siap, maka akan segera didistribusikan ke Gapoktan yang ada di 24 desa/kelurahan se-Kota Batu ini.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan DPKP Kota Batu, Mat Ali. Ia mengatakan penyaluran ini sesuai arahan dari Musrenbang tahun lalu.
“Nanti akan diberikan melalui kelompok bukan perorangan, penerima harus memiliki lahan kolam dan sebagainya. Tentunya akan diverifikasi dulu tidak bisa asal kasih,” jelas Mat Ali, Senin (6/4).
Pihaknya juga menjelaskan untuk jumlah bibit ikan yang akan diterima masing-masing Gapoktan tidak akan sama. Hal ini karena sesuai dengan potensi yang dimiliki gapoktan untuk dikembangkan.
Selain itu di setiap desa/kelurahan rata-rata hanya memiliki satu kelompok yang akan menerima bibit ikan. Namun untuk Desa Beji, Desa Sidomulyo dan Desa Tlekung memiliki dua kelompok Gapoktan.
“Tidak hanya bibit ikan saja, tapi beberapa juga akan mendapatkan bantuan lain seperti Sidomulyo yang mendapat bibit dan sarana prasarana seperti alat seser, keranjang panen, dan sebagainya,” lanjutnya.
Bibit itu diharapkan Mat Ali dapat memaksimalkan pendapatan kelompok atau masyarakat setempat. Bibit ikan ini harus dirawat secara maksimal, lantaran di Kota Batu yang bersuhu dingin tidak begitu cocok untuk ternak ikan.
Air yang berlimpah pun bukan sesuatu yang menguntungkan untuk pembibitan ikan. Air di Kota Batu kebanyakan berasal dari sumber air yang kandungan makanannya kurang.
“Beda dengan tempat yang memiliki suhu hangat seperti Kediri. Contohnya peternak ikan lele bakal cepat besar dan mampu panen hanya 3 bulan. Di Batu bisa sampai 5 bulan baru panen. Mereka harus pintar-pintar merawat,” imbuhnya.
Selain itu, menurut data angka konsumsi ikan di Kota Batu mengalami penurunan. Tahun 2019 tercatat 20,56 kilogram/kapita/tahun dan 2020 tercatat 18,65 kilogram/kapita/tahun.
“Harapannya dengan adanya bantuan itu bisa meningkatkan produksi ikan serta meningkatkan konsumi ikan di Kota Batu,” tutupnya.










Balas