Galeri Jejak Soekarno Kecil Resmi Dibuka di Mojokerto

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon ketika meresmikan Galeri Soekarno Kecil.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon ketika meresmikan Galeri Soekarno Kecil.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, blok-a.com – Galeri Soekarno Kecil resmi dibuka di kompleks SDN Purwotengah, Kota Mojokerto, Selasa (10/6/2025). Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, hadir langsung meresmikan galeri yang merekam jejak masa kecil Sang Proklamator itu.

Peresmian ini juga dihadiri Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan sejumlah kepala daerah anggota Jaringan Kabupaten/Kota Tapak Sejarah Soekarno (Jaket Soekarno).

SDN Purwotengah, dahulu bernama Sekolah Tweede Klassen atau Inland School, merupakan sekolah dasar tempat Soekarno kecil menimba ilmu antara 1907 hingga 1912. Kala itu, sekolah ini dikenal sebagai “Sekolah Ongko Loro”, terletak di Kampung Purwotengah.

Di sinilah Soekarno kecil, tanpa sepatu dan alat tulis, belajar bersama anak-anak pribumi lainnya di bawah bimbingan ayahnya sendiri, R. Soekemi, yang menjabat sebagai kepala guru.

Peresmian galeri ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-107 Kota Mojokerto yang juga jatuh di bulan Juni bulan kelahiran Bung Karno.

Pemerintah Kota Mojokerto memanfaatkan momentum ini untuk meneguhkan kembali identitas sejarah kota melalui pelestarian tapak-tapak Bung Karno muda.

“Galeri Soekarno Kecil ini kami harapkan menjadi jendela sejarah membuka kembali lembaran masa kecil Bung Karno yang pernah menghabiskan kurang lebih delapan setengah tahun di Mojokerto,” ujar Wali Kota Ika Puspitasari dalam sambutannya.

Menurut Ika, inisiatif membangun galeri ini sejalan dengan konsep pembangunan kota berbasis nilai. Ia menyebutnya sebagai Value Based Development pertumbuhan fisik yang selaras dengan penguatan memori budaya dan jati diri masyarakat.

“Melalui galeri ini, kita tidak hanya mengenang, tetapi juga menanamkan nilai-nilai perjuangan, kebangsaan, dan semangat juang kepada generasi muda. Dari kota kecil ini, lahir tokoh besar yang mengubah wajah dunia,” katanya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut masa kecil Bung Karno di Mojokerto sebagai fase krusial pembentukan karakter.

“Itulah masa-masa informative years masa pembentukan pola pikir, kepercayaan, dan kepemimpinan beliau di masa depan,” ujar Fadli.

Ia menegaskan pentingnya narasi sejarah di tengah arus informasi global.

“Sejarah memberi bangsa ini jati diri. Tanpa narasi sejarah yang kuat, kita kehilangan koordinat di era globalisasi. Galeri ini adalah bagian dari upaya memperkuat memori kolektif bangsa,” tambahnya.

Acara peresmian kian semarak dengan pertunjukan seni wayang beber dan pentas seni dari para siswa SDN Purwotengah. Hadir pula sejumlah pejabat dan tokoh penting, antara lain anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot, Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf. Batara Alex Bulo, Dandim, Kajari, Ketua PN, Ketua DPRD Kota, perwakilan BPK Wilayah XI Jawa Timur, serta Forkopimda Kota Mojokerto.

Jaket Soekarno, yang dideklarasikan pada 2023 di Makam Bung Karno di Blitar, menjadi simbol kolaborasi lintas daerah dalam melestarikan warisan sejarah sang Proklamator. Tercatat 22 kabupaten/kota se-Indonesia telah bergabung dalam jejaring ini.(sya/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com