Gak Cuma Pelajar, Pedagang di Kota Malang Juga Wajib Sekolah Lho!

Sekolah Pasar
Sekolah Pasar - Foto : Dokumentasi Pribadi Sekolah Pasar

KOTA MALANG – Sekolah pasar menjadi tempat para pedagang pasar rakyat untuk lebih meningkatkan kapasitas agar tidak kalah bersaing dengan pedagang modern. Terlebih di era modern seperti saat ini, para pedagang ini dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif.

Sekolah Pasar sendiri merupakan program yang digagas oleh Kementerian Perdagangan, dan salah satunya ada di Kota Malang. Tepatnya berada di area kawasan Pasar Terpadu Dinoyo. Program ini diharapkan akan memberikan pengetahuan yang lebih khususnya bagi pedagang untuk kapasitas produk yang dijual.

Pimpinan Pengelola Mall dan Pasar Terpadu Dinoyo, Jufri Naz mengatakan, keberadaan Sekolah Pasar dimulai sejak pandemi Covid-19 muncul di Kota Malang. Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk layanan bagi pedagang agar tetap survive meski di tengah pandemi.

“Sekolah pasar itu bermula dari masalah pandemi ini, jadi kita mau ngajarin pedagang untuk beralih ke sistem online dan sebagainya. Kalau cuma spontan disitu (door to door antar pedagang) tidak bisa mendapatkan secara penuh, akhirnya kita buatkan sekolah pasar ini yang digelar seminggu sekali,” ujarnya, Sabtu (19/12).

Sekolah Pasar 2
Sekolah Pasar

Pelaksanaannya pun tidak bisa langsung begitu saja, namun para pedagang yang mengikuti kelas akan dibagi menjadi kelompok berisikan 10 orang. Terlebih saat ini masih dalam masa pandemi, sehingga tak dianjurkan untuk berkerumun terlalu banyak massa.

Di tahap awal pembelajaran, Jufri menjelaskan, para pedagang ini dikenalkan untuk aktif dalam memanfaatkan media pesan chat WhatsApp. Bagaimana memanfaatkan media pesan agar bisa lebih maksimal dalam memasarkan produk.

Baru setelahnya, mengarah ke pembelajaran yeng lebih tinggi terkait memanfaatkan sosial media lainnya seperti Instagram, Facebook, dan sebagainya.

“Awal-awal itu kita ajarin dari hal sederhana yaitu WA (WhatsApp), karena pedagang ternyata masih banyak yang belum kenal. Tapi, sekarang ini pelajarannya sudah agak tinggi, seperti caranya foto produk, cara kalau mau jual di Facebook, kalau mau jual di Instagram, jadi sudah kami ajarin lebih tinggi lagi,” jelasnya.

Selain itu, pengemasan produk serta penataan agar foto produk terlihat bagus hasilnya hingga manajemen keuangan juga diajarkan di Sekolah Pasar. Yang mana, dengan online sistem maka pemanfaatan pembayaran berganti melalui cashless atau non tunai.

“Ada juga belajar mengemas, kemudian kami juga difasilitasi dari Bank BRI ini perihal management keuangan, bagaimana cara digitalisasi untuk pembayaran itu juga diajarkan. Karena memang tidak semua pedagang paham,” terangnya.

Meski saat ini Sekolah Pasar baru menyasar pedagang di kawasan Pasar Terpadu Dinoyo, namun ke depan pihaknya akan melebarkan lagi agar pedagang pasar rakyat di Kota Malang bisa mengikuti.

Apalagi, Sekolah Pasar ini bisa diikuti secara gratis bagi para pedagang. Bahkan, pembelajaran juga akan terus ditambah. Yakni, pemanfaatan produk-produk jual menjadi jajanan ringan agar lebih inovatif.

Seperti buah-buahan yang rentan busuk, maka pedagang juga diajarkan pembuatan produk lain berbahan dasar buah. Sehingga, produk yang tidak terjual tak akan terbuang sia-sia.

“Ini kita juga sedang membuka kelas baru lagi khusus untuk bikin produk pasar yang diawetkan. Buah dibuat keripik, atau seperti dijadikan jus, tapi sekarang ini masih disusun. Dan kalau sebelumnya hanya untuk pedagang pasar sini saja, namun ke depan akan kami undang juga untuk pedagang di pasar lainnya,” tandasnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com