KOTA MALANG – Cukup lama Kota Malang berada di zona oranye atau risiko sedang penularan Covid-19. Namun sejak Senin (14/12) yang lalu Kota Malang kini harus kembali ke zona merah atau risiko tinggi. Terlebih dalam beberapa hari terakhir angka pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Berdasarkan data satgas Covid-19 Kota Malang, hingga 15 Desember 2020, ada tambahan sebanyak 89 pasien terkonfirmasi positif. Sehingga, jumlahnya kini bertambah menjadi 2.834 orang.
Sementara, ada tambahan tujuh orang meninggal dunia dan jumlahnya menjadi 271 orang. Kemudian, tambahan 78 orang pasien sembuh, sehingga jumlahnya 2.365 orang dan ada empat pasien baru sehingga jumlahmya menjadi 198 orang.
Kemudian, pada 14 Desember 2020, tercatat ada tambahan 97 pasien baru. Sehingga, jumlahnya mencapai 2.745 orang.
Bahkan pada Minggu (13/12), Kota Malang mencatatkan rekor tambahan pasien baru sebanyak 124 orang. Sementara, pada Sabtu (12/12), ada tambahan sebanyak 67 orang dan Jumat (11/12) bertambah sebanyak 40 orang.
“Mulai kemarin (Senin, 14/12), Kota Malang masuk lagi ke zona merah,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto, Rabu (16/12).
Menurut Wasto Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus melakukan pencegahan hingga tingkat Kecamatan untuk memutus penyebaran virus tersebut.
“Kami akan meminta pihak kecamatan untuk melakukan penegakan disiplin untuk penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Kami tidak ingin angka ini semakin melonjak naik, sebisa mungkin harus segera ditangani agar tidak bertambah,” kata dia.
Dia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pengetatan operasi yang terus dilakukan oleh Satpol PP Kota Malang.
“Tentunya akan ada (pengetatan operasi penegakan disiplin protokol kesehatan). Semua akan ditingkatkan,” papar dia.
Sementara, terkait momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemkot Malang dalam waktu dekat juga akan melakukan rapat koordinasi dengan jajaran lainnya. Dikhawatirkan, ada penambahan kasus baru saat momen liburan panjang.
“Nanti akan kami bahas lagi seperti apa mekanisme. Yang jelas kami tidak mau di saat momen Nataru ini malah ada tambah angka positif,” tandas dia.




