Dua Minggu Belajar di Sekolah, Siswa dan Guru SMAN 1 Turen Berhasil Perangi Covid-19

Sman 1 Turen
Sman 1 Turen - Foto: Bob Bimantara

KABUPATEN MALANG – SMAN 1 Turen telah melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka selama dua minggu terakhir. Dalam dua minggu terakhir tentunya ada protokol kesehatan yang diterapkan. Selama dua pekan, siswa dan guru SMAN 1 Turen tidak satu pun yang terjangkit Covid-19.

Kepala SMAN 1 Turen, Ibnu Harsoyo menjelaskan setiap kelas hanya diisi 50 persen dari total siswa di kelas atau 16 sampai 18 siswa saja.

“Jadi setiap kelas kan harusnya 20 (siswa) minimal (yang masuk). itu berdasarkan anjuran Kementerian Kesehatan. tapi kami kurangi lagi jadi 16 dan 18 supaya aman saja,” tutur Ibnu ke Blok-A, Senin (7/9).

Selama pembelajaran di dalam kelas, seluruh siswa wajib menggunakan masker. Selanjutnya ada pemisah jarak antara satu siswa dengan siswa lainnya.

“Dan di bangku siswa kami kasih sekat berupa mika untuk meminimalisir penyebaran virus di kelas,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk setengah siswa lainnya, kata Ibnu, melakukan pembelajaran di rumah dengan sistem daring. Artinya, sebagian guru pengampu mata pelajaran juga bekerja di rumah untuk mengajar siswa.

“Jadi bukannya setengah siswa itu libur. Tapi tetap belajar tapi di rumah. Daring begitu,” tambahnya.

Ibnu juga menjelaskan KBM tatap muka ini hanya bisa didapatkan dua minggu sekali per kelas. Contohnya setengah kelas 10 IPA 1, hanya bisa mendapatkan KBM tatap muka cuma dua kali satu minggu. Sisanya belajar di rumah.

“Karena kami ini siswanya cukup banyak yakni 1200 dan dibagi 24 kelas lebih dari kelas 10 sampai 12. Jadi dua kali (tatap muka) saja mereka dapat KBM tatap muka dan karena dua kali saja tatap muka bersama guru ini sistem belajarnya seperti konsultasi,” imbuhnya.

Terpisah, siswa Kelas 11 IPA 1 SMAN 1 Turen Chorry Yunita mengaku senang meskipun cuma dua kali sebulan tatap muka bersama gurunya.

“At least (setidaknya) saya bisa bertanya langsung kalau tidak tahu pelajaran. Kalau internet kan kayak mau tanya ngendat-ngendat kadang gak jelas suaranya. Jadi dua kali tatap muka itu aku manfaatkan betul,” kata ia.

Yunita juga menjelaskan, ia senang bisa masuk sekolah lagi karena dapat bercengkrama dengan teman sebayanya lagi. “Udah jarang ketemu kan sekarang bisa ketemu meskipun hanya beberapa teman saja tapi tetap saja ketemu dan itu menyenangkan,” tutupnya.

Exit mobile version