Kota Malang, blok-a.com – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyebut tersumbatnya saluran drainase menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), saat hujan dengan intensitas tinggi melanda.
Hal itu diungkapkan Wahyu saat melakukan tinjauan di kawasan itu pada Selasa (18/3/2025). Bersama dinas terkait, Wahyu mengaku kaget setelah melihat banyaknya tumpukan sampah botol yang berada di saluran drainase di Suhat.
“Saya tinjau normalisasi hari ini, saluran drainase di kita ini cukup membuat saya terkaget-kaget. Tadi bisa dilihat sendiri, banyak sampah ditemukan, botol plastik banyak sekali, sedimennya sudah tinggi,” kata Wahyu
Wahyu mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menanggulangi banjir di kawasan itu. Namun, hal itu tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.
“Kalau tidak ada partisipasi dari masyarakat untuk sama-sama mengimbangi pemerintah dalam penyelesaian banjir, kita tidak akan bisa apa-apa,” ungkapnya.
Wahyu meyakini Kota Malang akan bebas banjir pada tahun 2028 mendatang. Ia pun sudah menyiapkan Masterplan Drainase yang akan menjadi solusi mengurangi banjir.
“Bertahap untuk menuju 2028 Kota Malang bebas banjir. Tapi perlu ada partisipasi masyarakat untuk menjaga saluran drainase, tidak membuang sampah sembarangan,” jelasnya.
Selain karena banyak tumpukan sampah yang menyumbat saluran drainase, Wahyu menyebut bangunan yang berada di atas saluran drainase juga turut menjadi penyebab banjir di kawasan itu.
“Tapi kalau saluran drainasenya tidak ada penyempitan, lancar, Insya Allah juga pembuangan airnya akan lancar sampai kepada sungai-sungai di Kota Malang,” tukasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, saat hujan dengan intensitas tinggi pada Sabtu (15/3/2025) lalu, kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Borobudur hingga Jalan Sudimoro tergenang air hingga selutut orang dewasa.
Merespon itu, Wahyu mengungkapkan penyebab terjadinya banjir disebabkan oleh tidak menampungnya Bozem atau Embung yang berada di kawasan Tunggulwulung akibat hujan dengan intensitas tinggi. (yog/bob)




