Dispangtan Kota Malang Gencar Ajak Warga Lirik Hidroponik untuk Jaga Ketahanan Pangan

Dispangtan Kota Malang Gencar Ajak Warga Lirik Hidroponik untuk Jaga Ketahanan Pangan

 

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang tengah gencar melakukan sosialisasi tentang penanaman hidroponik. Penanaman dengan media tanam air ini dapat digunakan untuk berbagai jenis tumbuhan bahan pangan seperti sawi, kangkong, bayam, dan lainnya.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menjelaskan bahwa pelatihan hidroponik menjadi sangat penting untuk ketahanan pangan. Sebab,kini makin kurang lahan pertanian di Kota Malang.

“Kami mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan mereka dengan hidroponik sebagai cara untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal. Program ini juga merupakan bagian dari usulan Musrenbang dari masing-masing kelurahan,” ungkapnya.

Slamet juga menambahkan bahwa Dispangtan akan melaksanakan beberapa pelatihan agar setiap kelurahan dapat memproduksi bahan pangan sendiri. Setelah pelatihan, akan ada monitoring dan pendampingan untuk memastikan keberhasilan program ini.

Tak hanya itu, nantinya kelurahan yang berhasil memproduksi hasil hidroponik yang melimpah akan mendapatkan bantuan dalam memasarkan produk mereka ke toko-toko modern dan saluran distribusi lainnya.

“Ini adalah salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan dan membantu menekan inflasi,” tambahnya.

Hal ini sesuai dengan wejangan dari Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti saat pelantikan Febrina sebagai Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Malang bulan Maret lalu.

Saat itu, Desty mengatakan bahwa untuk sebuah kota yang minim lahan, penananman bahan pangan mandiri adalah sebuah solusi yang tepat untuk menstabilkan laju inflasi dari segi pangan.

“Saya sendiri menanam cabai di rumah saya, di lantai atas. Jadi saya pesankan agar masyarakat mulai belajar untuk menanam bahan pangan secara mandiri karena nanti tidak akan terpengaruh harga pasar,” tuturnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan bahwa pemerintah kota tidak hanya akan menyediakan pelatihan tetapi juga akan memberikan bantuan sarana dan prasarana kepada setiap kelurahan.

Menurut Wahyu, hidroponik merupakan solusi yang efektif untuk meningkatkan produksi pangan, terutama di lahan yang terbatas.

“Setiap kelurahan akan mendapatkan dua instalasi hidroponik lengkap dengan bahan dan perlengkapannya. Kami berharap ini bisa digunakan untuk belajar dan meningkatkan pendapatan. Selain itu, kami akan terus melakukan pendampingan dan monitoring setelah pelatihan,” kata Wahyu.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com