KABUPATEN MALANG – Vaksin Covid-19 kurang lebih 213,1 dosis juta telah diamankan pemerintah Indonesia. Rencananya akan disuntikkan kepada warga Indonesia pada 2021 mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo mengaku belum menerima kabar berapa banyak vaksin yang didistibusikan ke Kabupaten Malang.
“Iya memang ada kabar sudah ada vaksin tapi kami belum ada juknis (petunjuk teknis) berapa vaksin yang akan diberi. Ini kami masih menunggu,” kata Arbani ke Blok-A Kamis (15/10.
Namun, jika memang sudah terdistribusikan, Arbani akan memprioritaskan vaksin itu untuk disuntikkan terhadap tenaga kesehatan di Kabupaten Malang.
“Karena mereka yang bersinggungan langsung dengan pasien Covid-19. Jadi untuk penularan saat merawat. Kami prioritaskan untuk tenaga kesehatan,” imbuh Arbani.
Sebagai informasi, 213 juta dosis vaksin itu didapat dari sejumlah produsen vaksin.
Untuk tahun 2020 ini, Indonesia sudah mendapatkan komitmen 18,1 juta dosis vaksin. Rinciannya Cansino 100 ribu dosis vaksin (single dose), G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) dan Sinovac 3 juta dosis vaksin. Sinovac juga menyanggupi pengiriman 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk, seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kamis.
Sementara sisanya 195 juta dosis vaksin akan diamankan tahun 2021. Rinciannya adalah Sinopharm berkomitemen mengirimkan 50 juta , Cansino 20 juta, Sinovac 125 juta (dual dose).




