KABUPATEN MALANG – Sumadi (40) sekeluarga hampir saja menjemput maut. Sebab, dia, istri dan dua anaknya hampir saja tertimpa bangunan rumahnya sendiri. Hal itu terjadi karena ada longsor saat keluarganya sedang tertidur nyenyak Rabu (4/11) dini hari.
“Jadi rumahnya itu di pinggir tebing curam. Dan kemarin kan hujan lebat dan membuat tanah longsor. Akhirnya tanah bawah rumahnya itu geser dan hampir roboh,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang, Iksan Hadi ke Blok-A, Rabu (4/11).
Iksan menjelaskan, saat kejadian tersebut untungnya disadari oleh Sumardi. Sumardi pun bergegas membangungkan keluarganya untuk keluar rumah.
“Jadi ketika roboh itu terdengar gertakan bangunan. Sumardi pun terbangun dan kaget. Dia (Sumardi) keluar rumah bersama keluarganya untuk evakuasi diri,” kata Iksan.
Meskipun mampu menyelematkan diri dan tidak ada korban jiwa, namun Sumardi harus rela kehilangan rumahnya. Rumahnya sudah tidak layak huni. Pondasi rumahnya tidak tegak lagi, namun miring 150 derajat. Dan sejumlah bagian rumahnya sudah ada yang runtuh.
“Dan kerugian yang kami taksir atas kejadian ini adalah Rp 150 juta. Sumardi dan keluarganya musti mengungsi ke rumah saudaranya yang masih di Kecamatan Dampit,” tuturnya.




