BLOK-A – Jasad Eddie Van Halen yang meninggal pada 6 Oktober lalu dipastikan sudah dikremasi dan abunya telah diserahkan ke putranya, Wolfgang, untuk ditabur di Samudra Pasifik.
Kabar ini pertama kali disampaikan oleh laman pemberitaan TMZ, sebagaimana dikutip Blok-A, Senin (14/12). Laman asal Amerika Serikat itu mendapatkan kopi sertifikat kematian Eddie secara eksklusif.
Dalam sertifikat itu tertera informasi bahwa jasad Eddie telah dikremasi 22 hari setelah meninggal dunia, dan abunya diserahkan ke putranya, Wolfgang Van Halen.
Seperti diketahui, sebelum meninggal, Eddie pernah meminta agar jasadnya ditabur di pesisir kota yang ia cintai, Malibu. Wolfgang pun dilaporkan bakal menuruti permintaan ayahnya itu.
Melalui sertifikat itu, terungkap pula informasi bahwa Eddie meninggal dunia karena stroke, bukan kanker yang selama ini menggerogoti tubuhnya.
Eddie meninggal pada 6 Oktober lalu di Providence St. John’s Health Center di Santa Monica. Selain stroke, Eddie memang juga menderita sejumlah penyakit lainnya, termasuk kanker kulit.
Musisi legendaris tersebut lahir di Belanda pada 26 Januari 1955. Ayah Eddie merupakan pemain saksofon dari Belanda, Jan Van Halen, dan ibunya adalah seorang keturunan Eropa-Indonesia dari Rangkasbitung. Keluarga ini kemudian bermigrasi ke California pada 1962.
Ia kemudian mendirikan grup musik Van Halen bersama kakak laki-lakinya, Alex, pada 1970-an dan dengan cepat mendapatkan basis penggemar.
Van Halen telah menjual lebih dari 75 juta kopi album di seluruh dunia dan memiliki banyak hit populer di tangga lagu rock papan atas AS ketimbang musisi lainnya.




